TCM AIMASI., - Ramadan benar-benar menjadi bulan penuh kejutan. Di tengah derasnya arus ekonomi musiman yang menggeliat tajam, seorang ibu rumah tangga menunjukkan bahwa berkah bukan sekadar ditunggu akan tetapi dijemput dengan kerja keras, keberanian, dan visi pendidikan yang kuat.(1/03/26).
Adalah Ibu Watikah Said, warga LDII PAC Udapi Hilir, Distrik Aimasi, yang membuat gebrakan sederhana namun berdampak besar. Ia membuka lapak Es Teler Creamy di depan Apotik Prafi Fafma, Jalan Merpati, Kampung Udapi Hilir — dan hasilnya? Diserbu pembeli, terutama kalangan anak muda yang haus kesegaran saat berbuka.
Namun ini bukan sekadar kisah jualan takjil biasa.
Di balik manis dan segarnya Es Teler Creamy, tersimpan nilai perjuangan dan pendidikan karakter. Watikah tidak hanya mengejar omzet Ramadan yang memang dikenal mampu mendongkrak pendapatan UMKM secara signifikan. Ia menjadikan lapaknya sebagai ruang belajar kehidupan bagi anak-anaknya.
Sejak dini, putra-putrinya dilibatkan langsung: menyiapkan bahan, melayani pembeli, menghitung pemasukan, hingga belajar bertanggung jawab atas usaha keluarga. Bagi Watikah, inilah cara nyata menanamkan mental tangguh dan kemandirian.
Langkah ini sejalan dengan pembinaan generasi LDII melalui konsep Tri Sukses yang membentuk anak yang berakhlakul karimah, alim faqih, dan mandiri. Bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang hidup di tengah masyarakat.
Ramadhan memang bulan ibadah. Tapi lebih dari itu, ia adalah momentum kebangkitan ekonomi, penguat solidaritas sosial, dan ladang pembentukan karakter generasi masa depan.
Dari lapak sederhana di sudut Kampung Udapi Hilir, pesan besar itu menggema:
Rezeki diraih dengan ikhtiar. Anak hebat dibentuk dengan teladan. Dan berkah hadir bagi mereka yang bergerak.
Tcm Muslimin/Tcm Sdj