TCM BANTAENG., - Komitmen serius untuk memperjuangkan kesejahteraan guru kembali ditegaskan Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin. Dalam suasana buka puasa bersama Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bantaeng di Balai Kartini, Kamis (5/3/2026), orang nomor satu di Bantaeng itu melontarkan pernyataan tegas yang langsung menyedot perhatian para pendidik: insentif guru PAUD yang sempat ditiadakan akan diupayakan kembali.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak ingin membiarkan para guru PAUD yang selama ini menjadi fondasi pendidikan anak usia dini berjuang sendirian di tengah keterbatasan.
“Saya mendapat laporan bahwa insentif guru PAUD sempat ditiadakan. InsyaAllah kita upayakan kembali. Saya sudah minta Kepala Dinas Pendidikan untuk memperjuangkannya,” tegas Uji Nurdin di hadapan para guru.
Pernyataan tersebut langsung disambut antusias para guru yang selama ini berharap adanya keberpihakan nyata dari pemerintah terhadap nasib tenaga pendidik anak usia dini.
Tak berhenti di situ, Bupati termuda di Sulawesi Selatan ini juga membuka peluang pemberian dana hibah bagi IGTKI Bantaeng sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi serta peningkatan kapasitas para guru PAUD.
Menurutnya, meskipun pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan.
“Dalam keterbatasan karena efisiensi, kami tidak mencoret dana hibah untuk PGRI karena kami tahu kegiatan guru sangat berarti. IGTKI adalah bagian dari itu. InsyaAllah tahun depan kita juga siapkan dana hibah,” ujarnya.
Uji Nurdin menegaskan, peran guru PAUD tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga awal masa depan generasi bangsa yang menentukan kualitas sumber daya manusia ke depan.
Bahkan menurutnya, guru PAUD juga memiliki peran penting dalam mendukung program nasional penanganan stunting yang menjadi prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Guru PAUD adalah profesi yang sangat mulia. Mereka ikut menentukan masa depan anak-anak kita. Bahkan mereka punya peran penting dalam menyukseskan program pemerintah dalam mengatasi stunting,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan pendidikan anak usia dini di Bantaeng tidak boleh dibiarkan rapuh. Kesejahteraan guru PAUD kini menjadi sorotan penting, karena dari tangan merekalah fondasi generasi masa depan dibangun.
Tcm Suarni/Tcm Rifai