TCM GOWA.,- Bantuan pangan Pemerintah Pusat mulai bergerak ke seluruh penjuru Kabupaten Gowa. Sebanyak 73.780 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dipastikan menerima bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Jika dihitung secara keseluruhan, program ini menggelontorkan 2.213.400 kilogram atau 2.213,4 ton beras untuk masyarakat Gowa.
Penyaluran tersebut secara resmi dilaunching Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Perum Bulog Cabang Makassar di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kamis (20/8/2026).
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Artinya, untuk tiga bulan sekaligus, setiap PBP akan menerima total 30 kilogram beras.
Namun bagi Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, besarnya volume bantuan bukan satu-satunya hal yang penting. Yang jauh lebih krusial adalah memastikan beras tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak.
“Pemerintah Kabupaten Gowa akan terus mengawal pelaksanaannya agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegas Talenrang.
73.780 PENERIMA, NAIK DIBANDING PERIODE SEBELUMNYA
Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Gowa mengalami peningkatan.
Pada alokasi Februari-Maret 2026, tercatat sebanyak 70.944 penerima. Sementara untuk alokasi Juli-September 2026 jumlahnya meningkat menjadi 73.780 penerima, bertambah sekitar 3.000 penerima atau sekitar 3,99 persen.
Bupati Talenrang menyebut bantuan pangan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perlindungan sosial masyarakat.
“Masalah pangan merupakan isu mendasar bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup, kesehatan dan juga stabilitas sosial,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak boleh berhenti pada sekadar seremoni penyaluran.
JENETALLASA DIAPRESIASI, TALENRANG TAK MAU ADA TEMUAN
Desa Jenetallasa menjadi lokasi launching karena dinilai memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran bantuan pangan.
Bulog memberikan apresiasi karena dalam proses penyaluran di wilayah tersebut tidak ditemukan persoalan yang menjadi temuan.
Bagi Talenrang, capaian tersebut harus menjadi standar bagi seluruh wilayah di Kabupaten Gowa.
“Kita berharap seluruh wilayah di Kabupaten Gowa juga tidak ada temuan, dalam artian penerima bantuan betul-betul tepat sasaran,” tegasnya.
Bupati juga memberikan peringatan kepada penerima agar bantuan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dan jangan diperjualbelikan,” tandasnya.
PALLANGGA TERIMA 271 TON LEBIH
Pemimpin Cabang Perum Bulog Makassar, Faris Sudirman, mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan pangan untuk Gowa ditargetkan selesai paling lambat 30 September 2026.
Khusus Kecamatan Pallangga, terdapat 9.053 PBP dengan total bantuan mencapai 271.590 kilogram atau sekitar 271,59 ton beras.
Sementara secara keseluruhan, 73.780 PBP di 18 kecamatan akan menerima total 2.213.400 kilogram beras.
Faris menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Ini bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi dalam bentuk pangan kepada masyarakat yang dialokasikan sekaligus selama tiga bulan,” jelasnya.
Untuk alokasi Juli-September ini, bantuan yang diberikan berupa beras, sementara minyak goreng tidak termasuk dalam paket bantuan.
BANTUAN HARUS SAMPAI, BUKAN SEKADAR DICATAT
Dengan jumlah penerima mencapai puluhan ribu dan volume bantuan menembus lebih dari 2.213 ton beras, distribusi bantuan pangan di Gowa menjadi program besar yang membutuhkan pengawasan ketat.
Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya mengawal proses tersebut agar bantuan tidak melenceng dari sasaran.
Bagi masyarakat penerima, 30 kilogram beras bukan sekadar angka. Bantuan itu menjadi penyangga kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan.
Salah seorang penerima, Dg Saming, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur mendapatkan bantuan ini. Kebutuhan beras di keluarga kami bisa terbantu dan tercukupi,” ungkapnya.
Kini bola pengawasan berada di tangan seluruh jajaran pelaksana. 73.780 penerima sudah ditetapkan, 2.213 ton lebih beras disiapkan, dan target penyaluran dipatok rampung 30 September.
Pesan Bupati Talenrang pun terang dan tegas: bantuan pemerintah harus sampai kepada yang berhak dan tepat sasaran, tepat waktu namun tidak boleh diperjualbelikan.
Tcm Suaib/Tcm Sdj