Tcm Makassar. (24 Desember 2025).,- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pandawa Pattingalloang Kota Makassar menunjukkan keseriusannya membangun kekuatan organisasi dari bawah. Ketua DPC Pandawa Makassar turun langsung ke kecamatan, menegaskan konsolidasi total sekaligus menggerakkan agenda sosial strategis di tingkat akar rumput.
Kali ini, Markas Pandawa Kecamatan Manggala menjadi titik kunjungan, Selasa malam (23/12/2025). Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA itu berlangsung intens, hangat, dan penuh gagasan besar. Jajaran Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Pandawa Manggala tampak solid dan antusias menyampaikan aspirasi serta rencana konkret ke depan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari roadmap DPC Pandawa Makassar dalam memperkuat struktur organisasi di seluruh 15 kecamatan, sekaligus memastikan Pandawa hadir sebagai kekuatan sosial yang nyata, bukan sekadar simbol.
Salah satu agenda yang mencuri perhatian datang dari Ketua Pandawa Kecamatan Manggala, Bang Agus. Ia memaparkan langkah serius DPAC Manggala yang telah melakukan pendekatan langsung kepada seluruh keluarga besar kader Pandawa di wilayahnya.
“Kami tidak ingin Pandawa hanya kuat secara struktur, tapi juga berdampak langsung. Di awal 2026, kami menyiapkan program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai langkah nyata untuk menekan angka putus sekolah, dari SD hingga perguruan tinggi,” tegas Bang Agus saat berdialog dengan Ketua Srikandi DPC Pandawa Makassar, Ibu Rezky.
Program PKBM ini diproyeksikan menjadi ujung tombak Pandawa Manggala dalam menjawab persoalan pendidikan, sekaligus bentuk perang terbuka terhadap ketimpangan akses belajar di tengah masyarakat.
Menanggapi gagasan tersebut, Ketua Srikandi DPC Pandawa Makassar, Ibu Rezky, menyatakan dukungan penuh. Namun ia menegaskan, program besar harus ditopang oleh organisasi yang rapi dan administrasi yang kuat.
“Gaas jalan. Tapi struktur dan administrasi harus dibereskan. Pendataan biodata kader itu wajib. Dari situ kita tahu potensi, profesi, dan latar pendidikan kader Pandawa secara menyeluruh,” tegasnya.
Menurut Ibu Rezky, kekuatan Pandawa terletak pada keragaman kader di setiap kecamatan. Karena itu, pendekatan program tidak bisa diseragamkan, melainkan harus berbasis potensi lokal.
“Setiap wilayah punya karakter berbeda. Manfaatkan potensi kader, buka ruang kreativitas, dan hadirkan solusi konkret untuk mengurangi kesenjangan di internal Pandawa Pattingalloang se-Kota Makassar,” pungkasnya.
Langkah agresif DPC Pandawa Makassar ini menegaskan arah organisasi yang semakin progresif: turun ke bawah, menguatkan kader, dan menjadikan pendidikan sebagai medan juang utama. Pandawa tidak sekadar bergerak, tetapi mulai memposisikan diri sebagai aktor sosial yang siap memberi dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar.
Tcm Jamil/Tcm Bintang