Tcm Jakarta., (28 April 2026) - DPP LDII langsung tancap gas pascamunas. Dalam audiensi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto, LDII mengajukan delapan desa binaan tematik sebagai model percepatan pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan usulan ini bukan sekadar wacana, melainkan siap dieksekusi.
“Begitu diminta, kami langsung siapkan. Delapan desa ini sudah dipetakan dan berpotensi, penggerak, hingga kesiapan lapangannya,” tegas Dody dalam pertemuan di kantor Kemendes PDT, Senin (27/4/26).
Desa-desa tersebut tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi yang mewakili keragaman potensi nasional, dari ketahanan pangan hingga penguatan SDM desa.
Mendes PDT Yandri Susanto menyambut langkah cepat LDII dan menyebutnya sebagai mitra strategis yang terbukti bekerja nyata, bukan sekadar konsep.
“LDII ini konkret. Kita tidak bicara teori. Saya minta segera dibuat peta jalan dan langsung jalan bersama Kemendes,” tegas Yandri.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah dibangun sebelumnya, dengan fokus utama: menciptakan desa mandiri yang benar-benar hidup dan berdaya.
Namun di balik optimisme tersebut, pemerintah menyoroti fakta keras: sekitar 3.000 desa di Indonesia masih terisolasi secara digital dan tanpa sinyal, tanpa akses informasi.
“Ini alarm serius. Kita bicara kemajuan, tapi masih ada ribuan desa yang bahkan belum tersentuh jaringan,” ungkap Yandri.
Kolaborasi LDII dan Kemendes diharapkan tidak hanya melahirkan desa binaan, tetapi juga menjadi model solusi nyata serta mendorong desa keluar dari ketertinggalan, sekaligus menjawab tantangan zaman.
Tcm Muslimin/Tcm Raja