TCM MEDAN.,- Aroma busuk dugaan pemerasan yang menyeret sejumlah oknum di lingkungan Polres Batubara kini menjadi sorotan tajam publik. Ketua Garuda Merah Putih, Dedi Harvisyahri, melontarkan ultimatum keras kepada Kapolda Sumatera Utara agar segera mencopot Kapolres Batubara beserta jajaran yang diduga terlibat dalam praktik memalukan tersebut.
Desakan itu mencuat setelah beredarnya informasi terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah dokter dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Batubara. Praktik tersebut dinilai tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
"Dugaan ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan ada yang dilindungi. Kapolda Sumut wajib bertindak tegas," tegas Dedi Harvisyahri, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Dedi, dugaan pemerasan tersebut bukan sekadar tindakan individual, melainkan diduga berlangsung secara sistematis, terstruktur, dan melibatkan lebih dari satu oknum. Bahkan, ia menilai sangat sulit membayangkan praktik seperti itu terjadi tanpa sepengetahuan pimpinan.
Garuda Merah Putih secara tegas meminta Kapolda Sumut untuk segera mengevaluasi total Polres Batubara. Jabatan Kapolres, Kasat Reskrim, hingga personel Unit Ekonomi yang disebut-sebut terlibat, termasuk oknum berinisial Aipda HG, dinilai layak dicopot sambil menunggu proses hukum dan etik berjalan.
"Institusi sebesar Polri tidak boleh dipermalukan oleh oknum yang menjadikan jabatan sebagai alat menekan dan memeras masyarakat," tandasnya.
Dedi menegaskan, tindakan tegas sangat penting untuk menjaga marwah Polri yang selama ini berupaya membangun citra profesional, humanis, dan berintegritas di tengah derasnya kritik publik.
Tak berhenti pada pernyataan, Garuda Merah Putih memastikan akan menggelar aksi besar-besaran di depan Mapolda Sumatera Utara dalam waktu dekat. Aksi tersebut menjadi bentuk tekanan moral sekaligus tuntutan agar Kapolda Sumut tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran serius ini.
"Citra Polri dipertaruhkan. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk. Kami menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji," pungkas Dedi.
Kini, mata publik tertuju kepada Kapolda Sumut. Apakah akan bertindak tegas membersihkan jajarannya, atau membiarkan dugaan skandal ini terus menggerus kepercayaan masyarakat? Waktu yang akan menjawab.
Tcm Tim/Tcm Raja