Ticker

6/recent/ticker-posts

167 Hafiz Bergelar Sarjana! Program Mahasantri Gowa Cetak Sejarah, Siap Sebar Cahaya Al-Qur'an ke Seluruh Desa



TCM MAKASSAR.,- Kabupaten Gowa kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan dan keagamaan. Sebanyak 167 Mahasantri Program Satu Desa/Kelurahan Satu Hafiz Al-Qur'an resmi diwisuda setelah berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.


Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan Program Mahasantri yang digagas Pemerintah Kabupaten Gowa bersama UIN Alauddin Makassar dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya hafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki kompetensi akademik dan kepemimpinan yang kuat.


Yang lebih membanggakan, dari 167 mahasantri yang diwisuda, 136 orang berhasil meraih predikat cumlaude, sementara 31 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. Seluruhnya menyelesaikan studi hanya dalam waktu rata-rata 3 tahun 10 bulan.


Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas keberhasilan para mahasantri tersebut. Menurutnya, gelar akademik yang diraih harus menjadi jalan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Ini bukan sekadar keberhasilan akademik, tetapi lahirnya generasi yang diharapkan mampu menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. Ilmu yang diperoleh harus diwujudkan dalam pengabdian nyata," ujarnya saat menghadiri ramah tamah wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.



Ia menegaskan bahwa Program Mahasantri merupakan investasi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Gowa dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhaemin Latif, mengungkapkan bahwa hampir seluruh mahasantri juga telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an.


Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi sejarah tersendiri karena berhasil melahirkan lulusan yang menguasai ilmu akademik sekaligus menjadi penghafal Al-Qur'an.
"Ini adalah aset besar bagi Kabupaten Gowa. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur'an hingga ke tingkat desa dan kelurahan," katanya.


Salah satu lulusan terbaik, Adzkiya Inas, turut mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. Dengan IPK 3,94 dan predikat cumlaude, ia mengaku program ini telah membuka jalan bagi banyak generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi berbasis keislaman.


Keberhasilan 167 mahasantri ini sekaligus menegaskan bahwa Program Satu Desa/Kelurahan Satu Hafiz bukan sekadar slogan. Program tersebut kini telah melahirkan ratusan sarjana hafiz yang siap kembali ke kampung halaman untuk menjadi penggerak pendidikan, dakwah, dan pembangunan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.


Tcm Reski/Tcm Sdj