TCM MAKASSAR., 26 September 2026 - Ada percakapan yang sekadar menjadi percakapan. Ada pula percakapan yang membuka jalan menuju perubahan.
Pertemuan Ketua Umum Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri Prof. Dr. KP. H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H. dengan Pengurus Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan H.M. Rusli Daeng Mattawang, S.Sos., M.M., di Makassar, menjadi salah satu ruang penting untuk membicarakan masa depan organisasi.
Tidak ada sekat formal yang membuat pembicaraan terasa kaku. Keduanya berdiskusi dalam suasana akrab, tetapi substansi yang dibicarakan jauh dari ringan.
Senkom tidak cukup hanya mempertahankan apa yang sudah ada. Senkom harus terus berbenah, beradaptasi, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Itulah pesan kuat yang mengemuka dalam perbincangan tersebut.
ZAMAN BERUBAH, ORGANISASI TAK BOLEH DIAM
Katno Hadi menekankan bahwa perkembangan zaman menghadirkan tuntutan baru bagi organisasi kemasyarakatan.
Kemampuan sumber daya manusia harus ditingkatkan. Komunikasi harus semakin cepat. Teknologi harus dimanfaatkan. Kehumasan harus diperkuat. Sistem administrasi harus semakin tertata. Dan yang tidak kalah penting, setiap pengurus harus memiliki kemampuan untuk membaca perubahan.
Senkom, menurutnya, tidak boleh hanya terlihat ketika ada kegiatan.
Organisasi harus hadir melalui sistem kerja yang profesional, responsif, inovatif, modern, dan akuntabel.
“Kita harus melihat Senkom bukan hanya untuk hari ini. Kita harus menyiapkan organisasi ini agar tetap relevan, dipercaya dan dibutuhkan masyarakat di masa yang akan datang.”
Kalimat tersebut menjadi penanda bahwa pembicaraan di Makassar bukan sekadar evaluasi atas apa yang telah dilakukan, tetapi juga menyentuh pertanyaan yang lebih besar:
Seperti apa Senkom yang ingin dibangun untuk masa depan?
RUSLI: JANGAN HANYA MEMPERTAHANKAN, HARUS BERANI BERBENAH
H.M. Rusli Daeng Mattawang melihat tantangan tersebut sebagai momentum untuk melakukan pembenahan dari dalam.
Menurutnya, kekuatan Senkom bukan semata-mata karena memiliki struktur organisasi yang luas.
Kekuatan terbesar justru berada pada persaudaraan, loyalitas, kemampuan anggota, dan kemauan untuk terus belajar.
Karena itu, organisasi harus berani melakukan perubahan di berbagai lini.
“Kalau kita ingin Senkom semakin maju, maka pengurus harus mau beradaptasi. Sekretariat harus semakin tertata, administrasi harus semakin profesional, komunikasi harus semakin cepat, dan publikasi harus mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa Senkom benar-benar hadir memberikan manfaat.”
Pesan itu menjadi semakin relevan di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat.
Di era digital, kegiatan yang baik tidak cukup hanya dilakukan.
Kegiatan harus terdokumentasi. Informasi harus tersampaikan. Pesan harus dipahami. Dan manfaat harus dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, penguatan telematika, kehumasan, jurnalistik, dan komunikasi publik menjadi bagian penting dalam membangun wajah Senkom ke depan.
DARI OBROLAN LAHIR STRATEGI
Yang menarik dari pertemuan tersebut bukan hanya apa yang dibicarakan, tetapi bagaimana keduanya melihat kepemimpinan.
Organisasi yang kuat tidak dibangun hanya dengan instruksi dari atas.
Organisasi yang kuat tumbuh ketika pimpinan mau mendengar suara jajaran, memahami persoalan di lapangan, kemudian mencari solusi bersama.
Mendengar melahirkan pemahaman.
Berdiskusi melahirkan gagasan.
Gagasan melahirkan strategi.
Strategi yang dikerjakan bersama melahirkan perubahan.
Di situlah percakapan dua pimpinan tersebut menemukan maknanya.
Sebab masa depan organisasi tidak selalu lahir dari forum besar.
Kadang, ia justru dimulai dari percakapan sederhana antara dua orang yang sama-sama memiliki kepedulian terhadap masa depan organisasi.
2027 TIDAK BOLEH HANYA MENJADI ANGKA DI KALENDER
Pembicaraan kemudian mengarah pada persiapan menghadapi program organisasi ke depan.
Tahun 2027 tidak cukup dipandang sebagai pergantian tahun.
Ia harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa Senkom memiliki perangkat organisasi yang semakin kuat, kesekretariatan yang semakin profesional, komunikasi yang semakin efektif, publikasi yang semakin berkualitas, serta pengurus yang semakin kompeten.
Masa depan Senkom tidak boleh hanya dirancang oleh segelintir orang.
Masa depan Senkom harus dibangun bersama.
Dari pusat hingga daerah.
Dari pimpinan hingga anggota.
Dari ruang rapat hingga lapangan.
Semuanya harus bergerak dalam satu semangat: mengabdi, bermitra, dan memberi manfaat.
KEMITRAAN HARUS SEMAKIN KONKRET
Perkembangan kerja sama Senkom dengan berbagai lembaga, termasuk dengan Polri, menunjukkan pentingnya kemitraan yang tidak berhenti pada seremoni.
Penguatan fungsi lalu lintas melalui PKS dengan Korlantas Polri pada Januari 2026 menjadi salah satu bagian dari perkembangan tersebut.
Ke depan, semangat kemitraan dituntut semakin konkret dan memberikan manfaat nyata di lapangan.
Bukan sekadar siapa bekerja sama dengan siapa.
Tetapi apa yang bisa dikerjakan bersama dan apa manfaatnya bagi masyarakat.
Di titik inilah profesionalisme organisasi menjadi penting.
PEMIMPIN TIDAK SELALU HARUS BERDIRI DI DEPAN
Pertemuan Katno Hadi dan Rusli Daeng Mattawang pada akhirnya memberikan satu pesan sederhana tetapi kuat:
Pemimpin tidak selalu harus berdiri di depan.
Ada saatnya pemimpin duduk bersama.
Mendengar.
Bertanya.
Memahami.
Bertukar pikiran.
Kemudian mencari jalan terbaik.
Karena organisasi yang besar tidak akan menjadi kuat hanya karena memiliki struktur yang besar.
Organisasi menjadi kuat ketika orang-orang di dalamnya memiliki visi yang sama, bergerak dengan sistem yang baik, dan mau bekerja bersama.
Dan masa depan tidak akan datang dengan sendirinya.
Masa depan harus disiapkan.
Harus direncanakan.
Harus dikerjakan.
Dan yang paling penting, harus diperjuangkan bersama.
“Senkom hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan Senkom esok harus lebih siap menghadapi tantangan daripada Senkom hari ini.”
Dari Makassar, pesan itu terdengar jelas:
Senkom tidak sedang bersiap untuk sekadar menghadapi masa depan. Senkom sedang menyiapkan diri untuk menjadi lebih siap ketika masa depan itu datang.
SENKOM MITRA POLRI
Bersama Mengabdi. Bersama Berkarya. Bersama Menjawab Tantangan Zaman.
Tcm Tim/Tcm Ridho