Ticker

6/recent/ticker-posts

BLUD Dilaunching, RSUD Syekh Yusuf Gowa Ditantang Bertransformasi yang Profesional, Akuntabel dan Berorientasi Pasien



TCM GOWA.,- Pemerintah Kabupaten Gowa resmi menyalakan alarm perubahan besar di sektor kesehatan. Dengan melaunching penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Syekh Yusuf, Senin (5/1), Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan satu pesan keras bahwa pelayanan kesehatan yang lamban, tidak profesional, dan tak berorientasi pasien harus berakhir.
“Launching BLUD ini bukan seremoni. Ini perintah perubahan. Ke depan, tidak boleh lagi ada keluhan masyarakat soal pelayanan kesehatan,” tegas Bupati Gowa di hadapan jajaran manajemen rumah sakit, Forkopimda, dan pimpinan OPD.


Status BLUD menandai transformasi fundamental pengelolaan RSUD Syekh Yusuf. Rumah sakit kini diberi fleksibilitas penuh dalam pengelolaan keuangan dan manajemen, namun dengan target kinerja yang ketat, terukur, dan diawasi langsung pemerintah daerah.
“Rumah sakit diberi ruang bergerak cepat, tapi tidak boleh keluar dari rel pelayanan publik. Semua harus profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Talenrang dengan nada tegas.


Bupati menegaskan, BLUD bukan tujuan akhir, melainkan alat percepatan reformasi layanan kesehatan. Orientasi utamanya satu: pasien harus dilayani cepat, mudah, adil, dan manusiawi tanpa diskriminasi.
“Tidak ada lagi kerja asal jalan. Tidak ada lagi pelayanan di luar standar. Semua harus berbasis kinerja dan hasil nyata,” tandasnya.
Ia menyebut penerapan BLUD bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kinerja pelayanan publik, fleksibilitas pengelolaan keuangan, serta tata kelola manajemen rumah sakit yang modern dan berintegritas.



Seluruh jajaran RSUD Syekh Yusuf diminta meningkatkan kompetensi, mengutamakan keselamatan pasien, dan menjadikan rumah sakit sebagai institusi yang responsif, humanis, dan dipercaya masyarakat.


Sementara itu, Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, menyatakan kesiapan penuh pihaknya menjalankan amanah besar tersebut. Menurutnya, status BLUD membuka ruang reformasi menyeluruh, namun juga menghadirkan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
“BLUD memberi kami keleluasaan, tetapi juga menuntut disiplin tinggi dan budaya kerja profesional. Kami berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta tata kelola rumah sakit secara menyeluruh,” ujarnya.


dr. Gaffar menegaskan pihaknya tidak anti kritik. Sebaliknya, masukan dari masyarakat dinilai sebagai bahan bakar perbaikan berkelanjutan agar RSUD Syekh Yusuf benar-benar menjadi rumah sakit publik yang melayani, bukan dilayani.
“Kunci keberhasilan BLUD bukan hanya sistem, tapi komitmen seluruh pegawai. Kami siap dievaluasi dan siap berubah,” tegasnya.



Dengan penerapan BLUD ini, RSUD Syekh Yusuf ditargetkan naik kelas menjadi rumah sakit yang unggul, terpercaya, dan menjadi simbol keberhasilan reformasi layanan kesehatan di Kabupaten Gowa.
Launching ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, unsur Forkopimda, serta pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa dan menandai keseriusan pemerintah daerah mengawal penuh perubahan besar di sektor kesehatan.

Tcm Raja/Tcm Bintang