Ticker

6/recent/ticker-posts

Dari Mimika untuk Indonesia: LDII Tempa Khotib Profesional di Tengah Tantangan Dakwah Zaman



TCM TIMIKA.,- Di tengah derasnya arus informasi, polarisasi sosial, dan meningkatnya tantangan dakwah di ruang publik, LDII Mimika mengambil langkah strategis: menyiapkan khotib yang bukan hanya fasih berbicara, tetapi matang secara keilmuan dan etika.


Sebanyak 32 khotib di bawah naungan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Mimika mengikuti Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khotib secara daring selama enam hari, 13–18 Januari 2026. Program ini terhubung langsung dengan pusat kegiatan nasional di Grand Ballroom Minhajurroysidin, Jakarta Timur, yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Empat studio mini disiapkan di Mimika mulai dari Studio Timika, Studio Mappi, Studio 68 Tembagapura Freeport, dan Studio Ridge Camp yang menjadi ruang konsolidasi dakwah modern, tempat para khotib mengasah kemampuan retorika, memperdalam substansi materi, serta meneguhkan peran mereka sebagai penjaga kesejukan umat.


Meski berlangsung secara virtual, atmosfer diklat terasa hidup. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan disiplin tinggi, mencatat, berdiskusi, dan menyerap materi yang menekankan dakwah berbasis ilmu, akhlak, serta tanggung jawab sosial.


Ketua Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah LDII Mimika, Ustadz Achmadun, menegaskan bahwa peningkatan kualitas khotib merupakan kebutuhan mendesak, bukan sekadar agenda rutin.
“Dakwah hari ini menuntut khotib yang cerdas, sejuk, dan mampu merespons persoalan umat secara arif. Diklat ini adalah ikhtiar menjaga marwah dakwah agar tetap relevan dan mencerahkan,” ujarnya, didampingi Wakil Ketua Dewan Penasihat LDII Mimika, Muh Amar.


Langkah LDII Mimika ini menjadi cerminan kesadaran bahwa dakwah tidak boleh berjalan tanpa standar. Di tengah maraknya narasi provokatif dan pesan keagamaan yang kerap dipelintir, kehadiran khotib yang terlatih dan berwawasan luas menjadi benteng penting bagi harmoni sosial.


Lebih dari sekadar pelatihan, diklat ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan khotib profesional, mereka yang tidak hanya menyampaikan ayat dan dalil, tetapi juga menghadirkan keteladanan, empati, dan solusi.


Dari Mimika, LDII menegaskan satu pesan bahwa dakwah harus menjadi sumber ketenangan, bukan kegaduhan namun perekat umat, bukan pemecah belah.


Tcm Muslimin/Tcm Ridho