Ticker

6/recent/ticker-posts

"Soliditas Advokat Diuji" Pelantikan DPC PERADI Makassar 2025–2030 Jadi Penegasan Perlawanan terhadap Pelemahan Hukum




TCM MAKASSAR.,- Di tengah sorotan publik terhadap wajah penegakan hukum nasional yang kian diuji oleh pragmatisme, konflik kepentingan, dan intervensi kekuasaan, Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Makassar Masa Jabatan 2025–2030 hadir sebagai penegasan sikap bahwa advokat tidak boleh tunduk, hukum tidak boleh dilemahkan, dan keadilan tidak boleh ditawar.(14/01/26)


Bertempat di Ballroom Sandeq, Hotel Claro Makassar, Sabtu malam, 17 Januari 2026, pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi. Ia menjadi panggung konsolidasi moral dan intelektual advokat, sekaligus deklarasi terbuka bahwa profesi advokat tetap berdiri di garda terdepan penjaga konstitusi dan hak asasi manusia.


Mengusung semangat “Bersatu dalam integritas, teguh dalam keadilan”, pelantikan DPC PERADI Makassar diproyeksikan menjadi momentum strategis untuk merapatkan barisan advokat di tengah derasnya arus kriminalisasi, komersialisasi hukum, dan upaya pembungkaman suara kritis.


PERADI sebagai organisasi profesi advokat menegaskan bahwa marwah advokat tidak boleh direduksi menjadi sekadar penyedia jasa hukum. Advokat adalah officium nobile atau profesi terhormat yang memiliki mandat etik dan konstitusional untuk memastikan hukum bekerja bagi keadilan, bukan bagi kepentingan segelintir elite.


Pelantikan ini menandai komitmen DPC PERADI Makassar untuk memperkuat peran advokat sebagai penjaga keseimbangan kekuasaan (check and balance), pembela masyarakat sipil, serta benteng terakhir bagi pencari keadilan yang kerap terpinggirkan oleh sistem.
“Ketika hukum dipermainkan, advokat harus berdiri paling depan. Ketika keadilan diancam, advokat tidak boleh diam,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam momentum pelantikan ini.


Soliditas Advokat, Jawaban atas Krisis Penegakan Hukum
Di tengah realitas hukum yang sering kali tumpul ke atas dan tajam ke bawah, soliditas advokat menjadi keniscayaan. DPC PERADI Makassar 2025–2030 diharapkan tidak hanya menjadi struktur organisasi administratif, tetapi motor penggerak perlawanan etik dan intelektual terhadap segala bentuk penyimpangan hukum.


Konsolidasi ini juga menjadi sinyal keras bahwa advokat menolak dikotak-kotakkan oleh kepentingan politik, ekonomi, maupun kekuasaan. Independensi profesi menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar.


Pelantikan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bersama bahwa tanpa integritas, advokat kehilangan legitimasi moralnya; tanpa keberanian, hukum kehilangan rohnya.


Fiat Justitia Ruat Caelum adalah Keadilan di Atas Segalanya yang tak ada tawaran diatasnya.
Dengan mengusung semboyan klasik “Fiat Justitia Ruat Caelum” keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh. DPC PERADI Makassar menegaskan bahwa perjuangan advokat tidak selalu nyaman, tidak selalu aman, namun selalu bermakna.


Pelantikan ini diharapkan melahirkan kepemimpinan advokat yang berani bersuara, tegas bersikap, dan konsisten menjaga etika profesi di tengah tekanan zaman.


Lebih dari sekadar agenda organisasi, pelantikan DPC PERADI Makassar 2025–2030 adalah pesan keras kepada publik dan negara. Advokat masih ada. Hukum masih punya penjaga. Dan keadilan belum selesai diperjuangkan dan tak akan pernah ada matinya sampai akhir zaman.


Tcm Sdj/Tcm Bintang