Ticker

6/recent/ticker-posts

Puasa Menempa Jiwa, Tawakal Menguatkan Hidup: Muh. Amar Serukan Muslim Jadikan Allah Swt Sandaran Utama di Perjalanan Dunia yang Sementara




TCM TIMIKA., - Malam ke-19 Ramadan menjadi momentum penguatan iman bagi jamaah yang menghadiri Safari Ramadan di Masjid Miftahul Huda naungan LDII, Jalan Hasanudin, Gang Ketepang No.09, Kota Timika, Papua Tengah, Minggu (8/3/2026).


Dalam suasana khidmat, Dewan Penasihat LDII Mimika, Muh. Amar, menyampaikan tausiyah bertema “Puasa dan Tawakal” yang menggugah kesadaran spiritual jamaah.
Dalam ceramahnya, Muh. Amar menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan proses pembentukan karakter mukmin agar memiliki kesabaran dan tawakal yang kokoh. Ia mengingatkan bahwa tawakal adalah kekuatan batin yang membuat seorang hamba tetap teguh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.


Mengutip firman Allah dalam QS. At-Talaq ayat 3, “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya,” Muh. Amar menekankan bahwa keyakinan penuh kepada Allah menjadi sumber ketenangan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
“Puasa melatih kita untuk menjadikan Allah sebagai sandaran utama dalam setiap persoalan hidup. Ketika seseorang benar-benar bertawakal, ia tidak mudah goyah oleh kesulitan, tidak putus asa oleh cobaan, dan tetap optimis menghadapi masa depan,” tegasnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh perhatian.


Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah madrasah kehidupan yang mendidik umat Islam agar memiliki mental tangguh, hati yang sabar, dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT.
Menutup tausiyahnya, Muh. Amar mengajak umat Islam untuk tidak menjadikan tawakal hanya sebagai konsep spiritual di bulan Ramadan semata, melainkan sebagai prinsip hidup yang terus dijaga setelah Ramadan berakhir. Menurutnya, tawakal adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang penuh keberkahan, ketenangan, dan harapan.


Safari Ramadan malam ke-19 ini pun menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar rangkaian ibadah tahunan, melainkan momentum pembinaan diri, penguatan iman, serta kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup menuju kebaikan yang lebih luas.


Tcm Muslimin/Tcm Rani