TCM BANTAENG., - Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Bantaeng bukan sekadar momentum ibadah, tetapi panggung konsolidasi kekuatan daerah. Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, Hadi Sukma Siregar, S.H., C.N., menggelar Buka Puasa Bersama Forkopimda yang bukan hanya hangat secara suasana, tetapi juga kuat secara pesan untuk selalu sinergi, keterbukaan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Digelar pada Rabu sore (4/3/2026), kegiatan ini menghadirkan unsur pimpinan daerah lengkap bersama tokoh masyarakat dan insan pers. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi sinyal tegas bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri dan harus ada kolaborasi, kontrol sosial, dan komunikasi terbuka.
Dalam sambutannya, Kajari menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum memperkuat kebersamaan lintas sektor.
“Silaturahmi dan sinergi adalah fondasi utama menjaga stabilitas dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin yang akrab disapa Uji Nurdin, turut hadir bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, unsur TNI-Polri, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Kehadiran insan pers dalam kegiatan ini juga mendapat perhatian khusus sebagai mitra strategis dalam menjaga transparansi dan menyuarakan kepentingan masyarakat.
Acara semakin semarak dengan penampilan da’i cilik Ahmad Mubarak, peraih Juara Harapan I Pildacil tingkat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Tahun 2026. Tausiyah yang disampaikan Ustadz Muslimin, S.Ag., mengingatkan pentingnya integritas, kejujuran, dan kepedulian sosial sebagai ruh kepemimpinan.
Tak berhenti pada seremoni, jajaran Kejaksaan Negeri Bantaeng lebih dahulu turun ke jalan membagikan 350 paket takjil kepada masyarakat. Aksi ini menjadi simbol nyata bahwa penegak hukum bukan hanya hadir di ruang sidang, tetapi juga di tengah rakyat.
Kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa Forkopimda Bantaeng tidak ingin berjalan dalam sekat-sekat kekuasaan. Sinergi dengan masyarakat dan insan pers ditegaskan sebagai pilar kontrol, transparansi, dan keseimbangan demokrasi lokal.
Ramadhan kali ini membuktikan bahwa ketika pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan pers duduk dalam satu meja kebersamaan, maka harmoni bukan sekadar wacana namun melainkan komitmen nyata untuk Bantaeng yang lebih bersih, kuat, dan berintegritas.
Tcm Suarni/Tcm Rifai