Ticker

6/recent/ticker-posts

“Bendungan Jenelata Tak Boleh Sekadar Megaproyek!! Bupati Gowa Tuntut Dampak Nyata untuk Rakyat”



TCM GOWA.,- Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa pembangunan Bendungan Jenelata sebagai bagian dari Proyek Strategi Nasional (PSN) tidak boleh berhenti sebagai proyek besar tanpa makna. Ia menuntut agar proyek tersebut benar-benar menghadirkan dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat.


Pernyataan tegas ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang di Kantor BBWSPJ, Selasa (7/4/26).


Dalam forum tersebut, Bupati menekankan bahwa Bendungan Jenelata harus menjadi solusi nyata, bukan sekadar simbol pembangunan.
“Bendungan Jenelata harus memberikan dampak langsung, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor pertanian. Ini bukan hanya soal pengendalian banjir, tetapi tentang masa depan ekonomi rakyat,” tegasnya.


Sebagai salah satu daerah yang dipercaya menjalankan PSN di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa dinilai memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar. Namun, Bupati menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.


Ia juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Gowa sebagai daerah punya banyak sumber alam, baik dari sumber air maupun material yang menjadikannya elemen vital dalam keberhasilan proyek nasional tersebut. Bahkan, ia membuka peluang munculnya inovasi baru dari pembangunan ini jika dikelola dengan visi jangka panjang.


Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa manfaat Bendungan Jenelata tidak hanya akan dirasakan oleh Gowa, tetapi juga oleh daerah lain seperti Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Maros, khususnya dalam pemenuhan air baku dan irigasi.


Namun demikian, ia menegaskan bahwa sebagai daerah yang menjaga kawasan hulu dan konservasi, Gowa harus mendapatkan manfaat prioritas yang lebih nyata dan terukur.
“Kita ini daerah sumber. Kita menjaga hulu, menjaga keberlanjutan. Maka sudah seharusnya kita juga mendapatkan manfaat yang lebih spesifik dan prioritas,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BBWSPJ, Heriantono Waluyadi, menjelaskan bahwa Bendungan Jenelata memiliki manfaat strategis multi-sektor. Mulai dari peningkatan irigasi yang memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam dari dua menjadi tiga kali setahun, hingga penyediaan air baku lintas wilayah dan pengendalian banjir di hilir Sungai Jeneberang.


Tak hanya itu, bendungan ini juga membuka potensi pengembangan energi listrik serta sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2028, dengan progres awal pembebasan lahan yang masih berada di angka 13 persen. Sisanya akan diselesaikan secara bertahap seiring proses konstruksi.


Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan daerah, agar Bendungan Jenelata tidak hanya menjadi proyek ambisius, tetapi benar-benar menjadi tonggak kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dan khususnya bagi warga Gowa sebagai tuan rumah pembangunan.


Tcm Rani/Tcm Raja