TCM BANTAENG.,- Di tengah tantangan stunting yang masih menghantui, Puskesmas Campaga Loe memilih cara yang tidak biasa dan mulai menggali kekuatan dari tanah sendiri. Lewat inovasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), bahan pangan lokal seperti jagung, umbi-umbian, dan sayuran segar disulap menjadi “amunisi” utama melawan kekurangan gizi.(27/04/26).
Program ini tak sekadar membagi makanan tambahan. Ia dirancang tajam, menyasar kelompok paling rentan: ibu hamil, bayi, balita, hingga anak yang sudah terindikasi stunting. Dengan pendekatan door to door, tim kesehatan bahkan turun langsung ke rumah warga, memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Kepala Puskesmas Campaga Loe, Baucaya, menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga soal kemandirian. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima, tapi juga mampu memanfaatkan potensi pangan di sekitarnya,” ujarnya.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Dokter, ahli gizi, bidan, perawat, hingga kader kesehatan bergerak bersama, didukung Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk pendataan yang akurat. Tak berhenti di distribusi, pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan setiap penerima benar-benar merasakan dampaknya.
Di balik kesederhanaannya, program ini menyimpan kekuatan besar: memutus rantai stunting dari sumbernya, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Evaluasi pun terus dilakukan agar langkah yang diambil tetap tepat sasaran.
Dengan pendekatan yang tajam dan membumi, Puskesmas Campaga Loe membuktikan bahwa solusi besar tak selalu harus mahal dan cukup cerdas memanfaatkan apa yang sudah tersedia.
Tcm Rifai/Tcm Sdj