Ticker

6/recent/ticker-posts

“Genetik Bisa Berpengaruh, Gaya Hidup Bisa Jadi Pembeda! LDII Mimika Bicara Menopause dan Penuaan Sehat



Tcm Timika., - Riwayat genetik bukan berarti menjadi vonis bagi seorang perempuan untuk mengalami persoalan kesehatan yang sama dengan orang tuanya. Gaya hidup, lingkungan, serta kebiasaan sehari-hari tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan mempersiapkan masa tua.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar Harmony for Happy & Healthy Aging yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika bersama Poltekkes Kemenkes Jayapura Program Studi D.III Keperawatan Mimika di Gedung Serbaguna (GSG) DKM Miftahul Huda, Distrik Wania, Timika, Papua Tengah, Minggu (4/10/2026).

Seminar ini mengajak masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga, untuk tidak menunggu datangnya usia lanjut untuk mulai peduli terhadap kesehatan. Persiapan menghadapi penuaan justru perlu dilakukan sejak usia muda melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik, tidur yang cukup, pola makan yang baik, serta pola pikir positif.

Narasumber seminar, Ns. Lenny Nurhandayani, M.Kep., menjelaskan bahwa proses penuaan merupakan bagian alami kehidupan. Namun, kualitas seseorang dalam menjalani masa tua sangat dipengaruhi oleh bagaimana kesehatan dipersiapkan sejak dini.

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah keterkaitan antara hormon dan faktor genetik.

Menurut Lenny, hormon dan genetik merupakan dua hal berbeda, tetapi keduanya dapat saling berkaitan dalam memengaruhi kondisi tubuh seseorang. Faktor genetik dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproduksi maupun merespons hormon.

“Genetik dapat memengaruhi produksi dan kerja hormon. Jadi, hormon dan genetik memang berbeda, tetapi keduanya dapat saling berkaitan dalam memengaruhi kondisi tubuh seseorang,” jelas Lenny.

Ia mencontohkan perempuan yang memiliki ibu dengan riwayat Premature Ovarian Insufficiency (POI) atau insufisiensi ovarium prematur. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi serupa pada anak perempuan.

Namun, Lenny menegaskan bahwa faktor genetik bukan satu-satunya penentu.

Gaya hidup sehat dan menghindari berbagai faktor yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti rokok, alkohol, maupun paparan bahan kimia tertentu, menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Penurunan fungsi ovarium sendiri tidak ditentukan oleh satu gen tunggal, tetapi melibatkan banyak faktor genetik dan lingkungan.

Artinya, riwayat keluarga perlu menjadi perhatian, tetapi bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.




“Dengan menjaga gaya hidup sehat, kita dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan mengurangi berbagai faktor risiko yang dapat memperburuk kesehatan,” jelas Lenny.

Jangan Tunggu Tua untuk Mulai Sehat

Lenny mengingatkan bahwa mempersiapkan masa tua bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga memastikan seseorang tetap mampu menjalani kehidupan secara aktif dan berkualitas.

Ia mendorong masyarakat menerapkan pola makan yang baik, menjaga pola pikir positif, tidur sekitar 7–8 jam per hari, serta melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.

Aktivitas fisik dapat dilakukan melalui latihan kekuatan, yoga, maupun berjalan cepat. Menurutnya, olahraga yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kondisi tubuh dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan hingga usia lanjut.

“Yang penting adalah dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing,” ujarnya.

Menopause Bukan Hanya Urusan Perempuan

Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika, La Ode Muh. Norris Ashara, S.S., mengatakan kesehatan perempuan merupakan persoalan yang juga berkaitan erat dengan kesehatan keluarga.

Karena itu, ketika seorang perempuan memasuki fase transisi menuju menopause, dukungan keluarga sangat diperlukan.

“Menopause merupakan bagian dari perjalanan kehidupan seorang perempuan. Yang penting adalah bagaimana fase tersebut dipahami dengan informasi yang benar, bukan berdasarkan mitos atau informasi yang belum jelas,” kata Norris.

Menurutnya, pemahaman yang benar akan membantu perempuan maupun keluarganya menghadapi perubahan tersebut secara lebih tenang dan bijak.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi sesaat, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan.

“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, siap, dan bahagia. Dukungan keluarga juga sangat penting dalam proses tersebut,” ujarnya.

Dari Seminar Menjadi Kebiasaan

Seminar Harmony for Happy dan Healthy Aging diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu Ketua Bagian Pemberdayaan Wanita LDII Mimika, Hj. Nurfuadah, S.Pd., M.Pd., pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Firda, serta sambutan Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika.

Peserta dari berbagai kalangan kemudian mengikuti pemaparan materi kesehatan dan mendapatkan kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis.




Norris menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya LDII mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Menurutnya, bertambahnya usia seharusnya tidak menjadi alasan seseorang berhenti produktif. Dengan kesehatan yang terjaga, seseorang tetap dapat beraktivitas, beribadah, berkarya, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Pada akhirnya, pesan utama seminar tersebut sederhana: masa tua yang sehat dan bahagia tidak dipersiapkan ketika seseorang sudah tua, tetapi dibangun dari kebiasaan sehat yang dilakukan sejak sekarang.


Tcm Muslimin/Tcm Sdj