Ticker

6/recent/ticker-posts

Ancaman Banjir dan Karhutla Mengintai, Senkom Merangin Kerahkan 25 Personel Siaga



Tcm Merangin., - Ancaman bencana hidrometeorologi tak boleh dianggap remeh. Banjir, tanah longsor, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan dapat sewaktu-waktu mengancam keselamatan masyarakat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, 25 personel Senkom Mitra Polri Kabupaten Merangin turun langsung dalam Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Kabupaten Merangin, Jumat (2/10/2026).

Bukan sekadar seremoni, apel yang digelar di halaman Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, itu menjadi penegasan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Merangin dan unsur terkait turut ambil bagian. Kekuatan lintas sektor tersebut menjadi modal penting untuk memastikan setiap potensi bencana dapat dihadapi dengan respons yang cepat, terkoordinasi dan terukur.

Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Merangin, H. Hariyanto, menegaskan pihaknya siap mengambil bagian dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

“Senkom Mitra Polri Kabupaten Merangin siap mendukung pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Sebanyak 25 personel kami mengikuti apel ini sebagai bentuk kesiapan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat,” ujar H. Hariyanto.

Menurut Hariyanto, kondisi bencana tidak mengenal waktu. Karena itu, kesiapan personel dan koordinasi antarlembaga harus dibangun sejak dini.

Bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan maupun bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor sama-sama membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Ketika bencana datang, kecepatan informasi dan ketepatan respons dapat menjadi penentu keselamatan masyarakat.

Karena itu, Senkom Mitra Polri Kabupaten Merangin menilai keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana.

“Apel ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapan bersama. Ketika terjadi kondisi darurat, seluruh unsur harus mampu berkoordinasi dan bergerak cepat sesuai tugas dan kemampuan masing-masing untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran 25 personel Senkom dalam apel tersebut sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk terus membangun sinergi bersama pemerintah daerah, Forkopimda serta seluruh unsur terkait.

Tujuannya jelas agar jangan sampai masyarakat menghadapi bencana dalam kondisi tidak siap.

Senkom Mitra Polri Kabupaten Merangin juga mengajak masyarakat memperkuat kewaspadaan dari lingkungan masing-masing.




Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.

Menurut H. Hariyanto, kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah dan petugas di lapangan. Keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

“Mari kita jadikan kesiapsiagaan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian, kewaspadaan dan komunikasi yang cepat, kita dapat bersama-sama mengurangi risiko bencana dan melindungi keselamatan keluarga serta masyarakat,” pungkasnya.

Dengan 25 personel yang ikut digembleng dalam kesiapsiagaan, Senkom Mitra Polri Merangin menegaskan satu pesan: sebelum bencana datang, semua harus sudah siap bergerak.

Tcm Tim/Tcm Sdj