TCM SURAKARTA., — Suasana hangat terasa di Masjid Rhodotul Jannah, Pucang Sawit, Jebres, pada Minggu pagi (23/11/2025). Bidang Keluarga Bahagia DPD LDII Kota Surakarta menjadi tuan rumah pertemuan besar Tim PnKB (Pernikahan dan Keluarga Bahagia) se-DKI Raya yang turut dihadiri tim PnKB dan Gambuh Keputrian dari kawasan Solo Selatan.
Acara yang dimulai pukul 07.45 WIB ini mengusung semangat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta memperkuat peran LDII dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah di seluruh Indonesia.
Pembina LDII Surakarta, Santosa, S.Sos, membuka sesi utama dengan membahas makna mendalam dari pernikahan dalam Islam.
“Pernikahan adalah ibadah paling panjang. Tujuannya bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi meraih surga bersama dan saling menyelamatkan dari api neraka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan keluarga tidak hanya menjadi tugas pasangan suami-istri, namun juga membutuhkan dukungan komunitas agar nilai-nilai Islam tetap menjadi fondasinya.
Pemateri berikutnya, Eko Purnomo, S.Sn, menegaskan besarnya pahala dalam membantu terwujudnya pernikahan halal.
“Pertolongan termulia adalah memudahkan pernikahan antara muda-mudi, bahkan duda atau janda. Karena itu, tim PnKB harus terus belajar, berbagi pengalaman, dan terbuka dengan praktik baik dari daerah lain,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mediasi, edukasi pra-nikah, serta kesiapan mental pasangan dalam menempuh perjalanan ibadah bernama rumah tangga.
Dalam sesi diskusi, H. Muchamad Choirudin, Koordinator PnKB se-DKI Raya, berbagi sejumlah pengalaman dan metode kreatif dalam mengelola kegiatan pra-pernikahan.
Beberapa poin yang menarik perhatian peserta antara lain:
1. Ta’aruf Dikemas Menarik
Suasana dibuat santai namun tetap menjaga adab dan privasi. Tim PnKB hadir sebagai mediator profesional sehingga peserta merasa nyaman.
2. Pembekalan Buku Hak dan Kewajiban Suami Istri
Peserta ta’aruf dan calon pengantin dibekali buku khusus berisi:
Hak dan kewajiban pasangan
Prinsip kepemimpinan keluarga
Etika komunikasi
Adab hubungan suami-istri sesuai syariat
3. Mitigasi Konflik dan Manajemen Ego
Choirudin menyoroti bahwa banyak konflik muncul karena kurangnya pemahaman karakter pasangan.
“Rumah tangga adalah penyatuan dua karakter besar. Kuncinya adalah saling memahami, menurunkan ego, dan membangun hubungan dengan ikhlas serta sabar,” tegasnya.
Pertemuan ini bukan hanya ajang bertukar materi, tetapi juga memperluas jejaring PnKB antarwilayah. Tim Solo Selatan mengapresiasi metode pembinaan dari DKI Raya, sementara tamu Jakarta memuji kekompakan LDII Surakarta dalam mengelola kegiatan keluarga bahagia.
Acara berlangsung hingga siang hari dengan penuh antusias, ditutup dengan ramah tamah dan penyusunan rencana kolaborasi program keluarga bahagia untuk tahun 2026.
Tcm Ghoni/Tcm Raja