Ticker

6/recent/ticker-posts

Muzakarah Saudagar Aceh 2025 Guncang Banda Aceh: UMKM Lokal Siap Tembus Pasar Dunia, KEK Halal Diusulkan dan Jalur Dagang ke Malaysia Didesak Dibuka






Tcm Banda Aceh., Kota Banda Aceh diguncang gelombang optimisme ekonomi selama tiga hari pelaksanaan Muzakarah Saudagar Aceh dan UMKM Expo Saudagar Aceh 2025, pada 21–23 November 2025. Balai Meuseuraya Aceh (BMA) berubah menjadi pusat pertemuan saudagar kelas dunia, diaspora Aceh dari 20 negara, hingga para buyer nasional dan internasional yang berburu produk unggulan Aceh.

Acara akbar hasil kolaborasi MPW ISMI Aceh dan Diaspora Global Aceh (DGA) yang didukung Pemerintah Aceh ini memantik energi baru bagi UMKM untuk menembus pasar global.

Dihari Pertama: “Bangkitkan DNA Saudagar Aceh!”.
Ketua MPW ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi, menggetarkan panggung pembukaan dengan seruan menghidupkan kembali DNA saudagar yang pernah menjadikan Aceh pusat perdagangan internasional.

Dirinya menyampaikan bahwa “Kita ingin produk Aceh mendunia. Pemerintahan Mualem Dek Fadh membawa visi strategis menuju lompatan ekonomi, dan ISMI siap menjadi motor penggerak,” tegas Nurchalis.



Pemerintah Aceh, melalui Asisten II Setda Aceh Dr Ir Zulkifli MSi, memastikan dukungan tidak bersifat simbolis dan berharap “UMKM Aceh harus naik kelas. Forum seperti ini harus terus berlangsung,” ujarnya.



Ledakan optimisme semakin terasa ketika Ketua Umum MPP ISMI, Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA, menyampaikan rekomendasi mengejutkan: Aceh layak menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal Indonesia dan “ISMI siap menjadi anchor tenant. Aceh memiliki potensi besar sebagai pemasok bahan baku halal dunia,” tegasnya.



Hari Kedua: Jalur Dagang Aceh–Malaysia Mendesak Dibuka

Ribuan pengunjung memadati seminar internasional yang menghadirkan pakar halal dunia Prof Dr Marco Tieman dan Ketua DGA Mustafa Abubakar.

Salah satu pernyataan paling menggigit datang dari Saudagar Aceh di Malaysia, Datuk Haji Mansyur Usman, yang secara terbuka mendesak Pemerintah Aceh mengoperasikan jalur dagang Krueng Geukueh–Penang.

“Awal 2026 harus sudah berlayar! Minimal seminggu sekali komoditas Aceh masuk Malaysia,” sorotnya tajam.



Sementara itu, aroma kopi, parfum Aceh, kerajinan dan kuliner tradisional dari lebih 50 UMKM memikat pengunjung dalam area expo.

Hari Ketiga: MoU Global Pecahkan Rekor

Gelaran ditutup dengan sesi Business Matching yang menghasilkan 10 MoU strategis antara UMKM Aceh dan diaspora global. Brand Aceh seperti Udeung’du, Parfume Neelam, Makpulo, Debebek, hingga Azzeta Batik resmi merambah pasar luar negeri.

“Diaspora Aceh bukan penonton. Kami adalah jembatan global bagi produk Aceh,” tegas Mustafa Abubakar.



Selain itu, puluhan UMKM lain akan terus dibina ISMI Aceh dan Diskop UKM Aceh agar siap ekspansi internasional.

Rekomendasi Besar untuk Pemerintah Aceh

Panel rekomendasi yang berisi tokoh nasional dan internasional,mulai dari Ilham Akbar Habibie, Mustafa Abubakar, hingga Prof Marco Tieman yang menghasilkan serangkaian langkah strategis, antara lain:

percepatan fasilitas ekspor, penguatan inovasi produk dan teknologi, pembentukan pusat riset kolaboratif UMKM–kampus, serta strategi besar perdagangan Aceh di segitiga IMT-GT.


ISMI Award 2025: Penghargaan untuk Tokoh Berjasa yang ada sebelas tokoh penting yang mengangkat marwah Aceh dalam arena nasional dan global menerima ISMI Award 2025, termasuk Surya Paloh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, Dr Mustafa Abubakar, dan beberapa tokoh legendaris lainnya

Adapun gelaran ini ditutup dengan pertunjukan seni budaya islami yang mempertegas bahwa kebangkitan ekonomi Aceh berjalan seiring pelestarian budaya yang menjadi identitas daerah.


Semoga dengan adanya acara Muzakarah Saudagar Aceh 2025 bukan sekadar event dan ini adalah lonceng kebangkitan ekonomi Aceh. Dari wacana KEK Halal, jalur dagang internasional, hingga MoU global UMKM, acara ini telah mengirim sinyal jelas: Aceh siap kembali menjadi pemain besar di peta perdagangan dunia.


Tcm Tim/Tcm Sdj