Ticker

6/recent/ticker-posts

HAB Ke-80 Meledak di Gowa! Pemkab Resmi Hibahkan Kantor Kemenhaj, Lonjakan Jemaah Haji Tembus Hingga 1.413 Orang, Negara Diminta Hadir Total



TCM GOWA., - Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Kabupaten Gowa berubah menjadi panggung gebrakan besar. Pemerintah Kabupaten Gowa secara resmi menyerahkan sertifikat hibah sekaligus meresmikan Kantor Pusat Layanan Haji dan Umrah yang akan difungsikan sebagai Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gowa, Sabtu (3/1/26), di Jalan Masjid Raya Sungguminasa.


Langkah ini dinilai sebagai sinyal keras komitmen negara dalam memperbaiki layanan ibadah haji dan umrah, menyusul lonjakan ekstrem jumlah jemaah haji asal Gowa yang melonjak hampir tiga kali lipat.


Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa HAB ke-80 tidak boleh berhenti sebagai seremoni simbolik, melainkan harus menjadi titik balik revolusi pelayanan keagamaan.
“Ini bukan sekadar peringatan HAB. Ini momentum pembuktian.


Pemkab Gowa menghibahkan kantor ini agar pelayanan haji dan umrah tidak lagi lamban, tidak berbelit, dan benar-benar berpihak kepada umat,” tegasnya lantang.
Jemaah Meledak, Pelayanan Tak Boleh Tertinggal
Data yang disampaikan Bupati Gowa mengejutkan. 


Jumlah jemaah haji asal Gowa melonjak dari 570 orang menjadi 1.413 orang dalam satu tahun kenaikan yang disebut sebagai alarm keras bagi kualitas layanan negara.
“Jumlah jemaah meningkat drastis. Ini bukan angka biasa. Ini tanggung jawab besar. Kementerian harus membuktikan bahwa pelayanan benar-benar siap, profesional, dan manusiawi,” ujar Bupati dengan nada menekan.



Keberadaan Kantor Kemenhaj Gowa diharapkan menjadi pusat layanan satu pintu yang memberikan kepastian, kenyamanan, dan rasa aman bagi calon jemaah sejak pendaftaran hingga keberangkatan ke Tanah Suci.


AI Menggila, Kemenag Diminta Jangan Gagap Teknologi
Sebelumnya, saat menjadi pembina upacara HAB ke-80 di Lapangan Kantor Bupati Gowa, Bupati membacakan sambutan Menteri Agama RI yang menyoroti tantangan global era Artificial Intelligence (AI) di tengah kondisi dunia VUCA yang serba tidak pasti, kompleks, dan ambigu.


ASN Kementerian Agama ditegaskan tidak boleh gagap teknologi, justru harus menguasai dan mengarahkan AI dengan konten keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan mencerahkan.
Pesan ini menjadi penekanan bahwa agama dan teknologi tidak boleh berseberangan, melainkan harus bersatu demi persatuan bangsa.


Dari Zikir hingga Penghargaan Nasional
Peringatan HAB ke-80 di Gowa juga diwarnai rangkaian kegiatan masif: donor darah, senam bersama, lomba menu sehat khas Gowa, lomba tepuk sakinah antar-KUA, zikir kebangsaan, ziarah makam pahlawan dan tokoh agama, hingga upacara puncak dan ramah tamah.


Pada momentum tersebut, Bupati Gowa menyematkan Satyalancana Karya Satya kepada 80 ASN Kemenag Gowa dan menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada 4 nazir serta menyerahkan Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 kepada MIN 2 Gowa, MTsN Gowa, dan MTs YAPIT Tonrorita
Gowa Kirim Pesan Tegas ke Pusat
Momentum HAB ke-80 di Gowa menjadi pesan politik pelayanan, ketika jemaah melonjak tajam, negara tidak boleh lambat. 



Hibah kantor Kemenhaj ini menjadi simbol bahwa daerah siap, pusat ditantang untuk menyesuaikan diri.
Tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” bukan lagi slogan, tetapi tuntutan nyata yang harus dijawab dengan kerja cepat, pelayanan bersih, dan empati terhadap umat.

Tcm Bintang/Tcm Ridho