Ticker

6/recent/ticker-posts

Bukan Saatnya Pesta, Bupati Bantaeng Pimpin Dzikir Akbar Sambut 2026: Forkopimda Turun Bersama, Doakan Bantaeng Dijauhkan dari Bencana



TCM BANTAENG., - Saat banyak daerah larut dalam euforia pergantian tahun, Bantaeng justru memilih sujud dan munajat. Menjelang detik-detik pergantian tahun 2026, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin bersama Forkopimda menggelar dzikir dan doa akbar dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Rabu malam (31/12/2025), di Masjid Syekh Abdul Gani, Kelurahan Pallantikang.


Sekitar 300 jamaah memadati masjid, larut dalam lantunan dzikir dan doa. Tema yang diusung, “Membangun Masyarakat Religi Menuju Bantaeng Bangkit”, menjadi pesan keras bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada anggaran dan proyek, tetapi juga kekuatan iman dan kebersamaan spiritual.


Dalam sambutan yang sarat pesan moral, Bupati Bantaeng secara terbuka menyinggung kondisi bangsa yang tengah dilanda berbagai bencana. Ia menegaskan, dzikir dan doa bersama ini merupakan ikhtiar batin pemerintah daerah untuk memohon perlindungan Allah SWT bagi masyarakat Bantaeng.



“Bangsa kita sedang diuji dengan berbagai musibah. Melalui dzikir dan doa ini, kita bermunajat agar Bantaeng selalu dalam lindungan Allah, dijauhkan dari bencana dan marabahaya,” tegas Bupati di hadapan jamaah.


Peringatan Isra’ Mi’raj ini semakin menggugah dengan tausiah Dr. KH. Amirullah Amri, yang menegaskan bahwa inti Isra’ Mi’raj adalah perintah sholat. Menurutnya, sholat yang benar akan membentuk karakter, menata akhlak, dan menjadi benteng dari perbuatan keji dan mungkar.



Ia juga menekankan bahwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa dahsyat yang melampaui logika manusia, bukti kekuasaan Allah SWT yang wajib diyakini sepenuh iman sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an.


Dzikir akbar ini dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bantaeng, di antaranya Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, Kajari Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, serta Ketua Umum Masjid Agung Syekh Abdul Gani Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah. Hadir pula para kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai penjuru.



Di tengah gemuruh perayaan tahun baru di luar sana, Bantaeng mengirim pesan kuat ke publik nasional: pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan pesta, tetapi bisa dimaknai dengan doa, introspeksi, dan komitmen moral membangun daerah.
Bantaeng tidak sekadar menyambut 2026. Bantaeng bermunajat menjemput kebangkitan.

Tcm Suarni/Tcm Rifai