Ticker

6/recent/ticker-posts

PNIB Meledak! Bahar Smith Dituding Picu Provokasi di Ambang Ramadhan, Negara Didesak Bertindak Tegas Tanpa Kompromi



TCM JOMBANG., (24 Februari 2026) — Gelombang tekanan terhadap aparat penegak hukum menguat. Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melontarkan pernyataan keras dan tanpa tedeng aling-aling, mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera bertindak tegas terhadap Bahar Smith yang dinilai kembali memantik kegaduhan publik melalui ceramah yang viral dan menuai kontroversi luas di tengah masyarakat.


Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menegaskan bahwa negara tidak boleh terlihat lemah atau kalah oleh narasi yang dianggap provokatif, terlebih di ambang bulan suci Ramadhan momen sakral yang seharusnya menjadi ruang persatuan, keteduhan, dan penguatan nilai spiritual bangsa.


Menurut PNIB, potongan video ceramah yang beredar luas di media sosial telah memicu polemik tajam dan menimbulkan keresahan publik. Organisasi tersebut menilai isi ceramah yang disampaikan Bahar Smith berpotensi memperkeruh suasana kebangsaan dan membuka ruang konflik sosial yang lebih luas jika tidak segera direspons secara serius oleh aparat.
“Negara tidak boleh diam ketika ruang publik diisi narasi yang berpotensi memecah belah. Ramadhan adalah bulan suci yang harus dijaga kehormatannya dari retorika yang memicu kegaduhan,” tegas Gus Wal dalam pernyataan resminya.


PNIB menilai, sebagai tokoh dengan pengaruh besar, setiap pernyataan yang disampaikan Bahar Smith memiliki daya resonansi kuat dan dapat memengaruhi stabilitas sosial. Karena itu, mereka menuntut aparat bertindak cepat, profesional, dan transparan guna memastikan supremasi hukum tetap berdiri kokoh tanpa tebang pilih.


Lebih jauh, PNIB menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas bukan semata persoalan individu, melainkan menyangkut wibawa negara dalam menjaga ketertiban umum dan melindungi persatuan nasional. Mereka memperingatkan bahwa pembiaran terhadap narasi yang dinilai provokatif hanya akan memperbesar potensi perpecahan di tengah masyarakat.
“Bangsa ini dibangun dengan darah, pengorbanan, dan persatuan. Tidak boleh ada pihak yang dengan mudah merusak harmoni melalui kata-kata yang memicu konflik. Negara harus hadir dan bertindak,” lanjutnya dengan nada tegas.


PNIB juga mengaku menerima berbagai desakan dari elemen masyarakat yang meminta aparat segera memproses polemik tersebut secara hukum, terbuka, dan adil. Mereka menilai, langkah tegas aparat akan menjadi sinyal kuat bahwa hukum tetap menjadi panglima dan tidak tunduk pada tekanan atau kepentingan kelompok mana pun.


Di akhir pernyataannya, PNIB mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menjaga persaudaraan di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu emosi publik.


Namun satu pesan mereka ditegaskan dengan keras: negara tidak boleh kalah, dan hukum harus berdiri tegak demi menjaga keutuhan bangsa di bulan suci Ramadhan.


Tcm Gus/Tcm Raja