TCM BANTAENG., – Suasana khidmat menyelimuti Safari Ramadhan yang dihadiri langsung Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di Masjid Nurussa'adah, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Sabtu (28/2/2026).
Kehadiran kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang membawa pesan kuat, tajam, dan menyentuh nurani dan jadikan Ramadhan sebagai momentum rekonsiliasi, persatuan, dan kewaspadaan menghadapi situasi cuaca ekstrem yang tengah melanda.
Dalam kesempatan tersebut, Uji Nurdin menyerahkan bantuan uang tunai kepada pengurus Masjid Nurussa’adah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan syiar Islam dan aktivitas keagamaan di tengah masyarakat.
Ramadhan Bukan Rutinitas, Tapi Momentum Perubahan
Di hadapan jamaah, Bupati Bantaeng menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ibadah tahunan yang berlalu begitu saja. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan kesadaran mendalam seolah-olah Ramadhan kali ini adalah yang terakhir dalam hidup.
“Kita tanamkan dalam diri kita, jika Ramadan ini merupakan Ramadan terakhir kita. Sehingga kita maksimalkan ibadah kita, saling memaafkan, dan berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi seruan moral yang kuat agar masyarakat tidak terjebak pada formalitas, tetapi benar-benar memanfaatkan bulan suci sebagai ruang introspeksi, memperbaiki hubungan, dan mempererat persaudaraan.
Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bantaeng, Uji Nurdin juga menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pemersatu umat, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi ruang membangun solidaritas sosial.
Peringatan Tegas Soal Cuaca Ekstrem
Tak hanya bicara soal spiritualitas, Bupati Bantaeng juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman cuaca ekstrem yang belakangan terjadi, terutama bagi warga pesisir dan nelayan.
“Kita harus hati-hati dengan cuaca ekstrem saat ini. Terutama warga pesisir dan nelayan. Angin kencang patut kita waspadai,” ujarnya.
Peringatan ini menjadi sangat relevan di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu, di mana keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan, sementara masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Ramadhan adalah Persatuan, Kepedulian, dan Keselamatan
Safari Ramadhan kali ini mempertegas komitmen kepemimpinan Uji Nurdin untuk membangun Bantaeng tidak hanya lewat program fisik, tetapi juga dengan sentuhan moral, sosial, dan spiritual.
Ramadhan di Bantaeng diharapkan menjadi momentum besar untuk
Menghapus sekat dan perbedaan.
Menguatkan persaudaraan.
Memperbanyak amal dan kepedulian.
Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Pesan yang sederhana namun penuh makna di dalam Ramadhan, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menata hati, memperkuat persatuan, dan menjaga keselamatan bersama.
Tcm Rifai/Tcm Suarni