TCM TIMIKA., - Malam ke-13 Ramadan 1447 H berubah menjadi lautan cahaya iman. Lantunan ayat-ayat suci menggema kuat dari Masjid Ainil Yaqin, membelah sunyi malam di Jalan Ahmad Yani, Gorong-Gorong. Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) PC Mimika Baru tampil penuh semangat, menghidupkan Ramadan dengan tadarus Al-Qur’an rutin yang tak surut oleh waktu.
Dari anak-anak hingga orang tua, saf demi saf duduk berkelompok. Suara bacaan Al-Qur’an mengalun tegas, teratur, dan menggugah. Bukan sekadar membaca, tetapi menyelami, memahami, dan meneguhkan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai ilahiah dalam kehidupan nyata.
Ketua PC LDII Mimika Baru, Ustadz Achmadun, menegaskan bahwa tadarus bukan kegiatan seremonial musiman.
“Ramadan adalah momentum lonjakan kualitas iman. Kita tidak ingin hanya ramai di lisan, tetapi kuat dalam pengamalan,” tegasnya.
Setiap malam selepas salat tarawih, jamaah memenuhi masjid. Semangat kebersamaan terasa menyala agar ukhuwah terjalin, generasi muda dibina, dan karakter Qurani ditempa dengan disiplin.
Ramadan di Mimika tahun ini bukan sekadar rutinitas ibadah.
Ini adalah pernyataan sikap bahwa Al-Qur’an tetap menjadi pusat kehidupan. Dari Mimika Baru, pesan itu menggema tajam, kuat, dan tak terbantahkan.
LDII Mimika menunjukkan bahwa ketika iman digerakkan bersama, Ramadan bukan hanya dirayakan, tetapi dihidupkan dengan daya, arah, dan keberanian spiritual.
Tcm Muslimin/Tcm Bulan