Tcm Gowa.,- Pemerintah Kabupaten Gowa menunjukkan komitmen kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis data dengan mendukung penuh program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS). Program strategis ini menjadi langkah nyata memperkuat kualitas perencanaan pembangunan dari tingkat desa.
Pencanangan Desa Cantik yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 berlangsung di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/4/26), dan menjadi momentum penting dalam membangun budaya sadar data di tengah masyarakat desa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko meleset dari sasaran.
"Desa Cantik bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola statistik sektoral sekaligus menanamkan pentingnya data sebagai dasar pembangunan," tegas Andy Azis.
Menurutnya, Pemkab Gowa memandang data berkualitas sebagai pilar utama dalam merancang pembangunan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Melalui program ini, desa-desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berdaya guna.
Selain itu, Andy Azis menilai Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian vital dalam memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh.
"Kami membutuhkan dukungan penuh dari kepala desa, lurah, dan agen statistik agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdata dengan jujur, lengkap, dan akurat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gowa, Joko Siswanto, menegaskan bahwa Desa Cantik merupakan instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola data desa sebagai pondasi pembangunan yang tepat sasaran.
"BPS berperan sebagai leading sector dalam pembinaan statistik sektoral. Kami ingin meningkatkan literasi data serta kapabilitas aparatur desa agar mampu menghasilkan data berkualitas tinggi," jelas Joko.
Ia menambahkan, kualitas data desa akan berpengaruh langsung terhadap mutu kebijakan yang dihasilkan. Data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan akan melahirkan keputusan pembangunan yang lebih efektif.
"Ketika desa memiliki data yang kuat, maka pembangunan akan lebih terarah, pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, dan pemerataan kesejahteraan dapat diwujudkan," lanjutnya.
Program Desa Cantik di Kabupaten Gowa juga melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
Adapun tiga desa di Kecamatan Bontomarannu yang menjadi sasaran program ini adalah Desa Sokkolia, Desa Nirannuang, dan Desa Bili-Bili.
Dengan sinergi antara BPS, pemerintah daerah, dan pemerintah desa, Program Desa Cantik diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjelma sebagai gerakan kolektif dalam membangun desa berbasis data menuju Gowa yang lebih maju, cerdas, dan berdaya saing.
Tcm Intan/Tcm Ridho