TCM GOWA., - Kebersamaan dan kekompakan Kelompok Pengajian LDII Batangkaluku bukan sekadar terlihat dalam aktivitas keagamaan. Di balik rutinitas pengajian, tumbuh sebuah ikatan persaudaraan yang mampu merangkul seluruh jamaah, mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Kekuatan utama kelompok pengajian ini terletak pada kepedulian yang dibangun secara bersama-sama. Pembinaan agama berjalan beriringan dengan penguatan silaturahmi, sehingga jamaah tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga merasakan perhatian dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.26/08/2026.
Dari yang paling kecil hingga yang paling tua, semuanya mendapat tempat dan perhatian. Inilah yang membuat kebersamaan jamaah LDII Batangkaluku terlihat begitu kuat dan solid.
Pengajian pun tidak berhenti pada penyampaian ilmu agama. Nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, gotong royong, dan saling membantu menjadi bagian penting dalam kehidupan jamaah.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah kelompok pengajian tidak semata-mata diukur dari seberapa rutin kegiatan keagamaannya dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa kuat jamaah mampu menjaga hubungan persaudaraan dan kepedulian satu sama lain.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kekompakan seperti ini menjadi modal sosial yang sangat berharga. Ketika jamaah mampu saling memperhatikan, saling menguatkan, dan menjaga silaturahmi, maka pengajian tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
LDII Batangkaluku membuktikan, pengajian bukan hanya soal duduk bersama mendengarkan ilmu agama. Lebih dari itu, pengajian adalah tentang bagaimana ilmu melahirkan kepedulian, kepedulian melahirkan persaudaraan, dan persaudaraan melahirkan kekuatan kebersamaan.
Dari balita hingga orang tua, semuanya dirangkul. Dari ilmu agama hingga kehidupan sosial, semuanya diperhatikan. Inilah wajah kebersamaan yang menjadi kekuatan Kelompok Pengajian LDII Batangkaluku.
Tcm Intan/Tcm Sdj