TCM GOWA ., - Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang benar-benar turun gunung. Menembus medan terjal dan jalur berliku di Kecamatan Biringbulu, sang bupati memastikan satu hal krusial yaitu pembangunan infrastruktur jalan di wilayah dataran tinggi tak boleh lagi tertunda.
Didampingi Dinas PUPR, Bupati Gowa meninjau langsung kondisi Jalan Poros Ko’mara’ dan Batumenteng di Desa Berutallassa serta hasil pengerjaan Poros Tonrorita dan Lawwa, Selasa (16/12). Dua ruas ini menjadi urat nadi ekonomi warga, sekaligus simbol lama ketertinggalan infrastruktur di kawasan pegunungan Gowa.
“Poros Ko’mara ke Batumenteng kami pastikan masuk pengerjaan tahun 2026. Ini komitmen, bukan janji,” tegas Husniah di hadapan warga.
Di tengah tekanan efisiensi anggaran nasional, Pemkab Gowa justru menegaskan sikap: pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan rakyat tidak boleh dikorbankan.
“Jalan berliku seperti ular, rawan dan sempit, tetap kita garap. Lebarnya sekitar 4 meter, panjang kurang lebih 1 kilometer. Keselamatan dan akses warga adalah prioritas,” ujarnya lantang.
Langkah tegas ini langsung disambut antusias masyarakat. Kamelia, warga Biringbulu, menyebut perubahan kondisi jalan kini terasa nyata setelah bertahun-tahun menunggu perhatian.
“Dulu susah dilewati, sekarang jauh lebih baik. Kami percaya di bawah kepemimpinan Ibu Bupati, Biringbulu tidak lagi dianaktirikan,” ucapnya.
Pembangunan jalan dataran tinggi ini dinilai bukan sekadar proyek fisik, melainkan pertaruhan keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat pelosok untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan mengikis ketimpangan wilayah di Kabupaten Gowa.
Tcm Salma/Tcm Bintang