Ticker

6/recent/ticker-posts

Viral Video Tuduh Pengusiran Jamaah, LDII Karawang Buka Fakta: Masjid Kami Terbuka untuk Semua Umat Islam!




Tcm Karawang (13 Desember 2025) .,- Viralnya sebuah video di media sosial yang menuding adanya pengusiran jamaah dari masjid LDII akhirnya dijawab tegas oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Karawang, KH Mustaghfirin. Ia memastikan, tuduhan tersebut tidak benar dan menyesatkan.

KH Mustaghfirin menegaskan bahwa seluruh masjid LDII terbuka untuk umum, tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun golongan. “Sejak awal, masjid LDII adalah rumah ibadah bagi seluruh umat Islam. Tidak pernah ada larangan salat bagi siapa pun,” tegasnya.

Menurutnya, video yang kini ramai diperbincangkan justru merupakan rekaman sepihak yang telah dipotong dan diedit, sehingga memunculkan kesan seolah-olah terjadi pengusiran. Ia menyebut, pembuat video tersebut adalah mantan warga LDII yang telah lama keluar dan kerap menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, serta provokasi terhadap LDII.

Peristiwa sebenarnya terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025, di Masjid An-Anhar, Lebaksari, Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang. Saat itu, sejumlah oknum datang untuk menunaikan salat Dzuhur dan sempat melaksanakan salat sunnah. Namun situasi berubah ketika terjadi perdebatan dengan seorang warga LDII bernama Fauzi.

Perdebatan memanas setelah Fauzi mempertanyakan sikap oknum tersebut yang dinilai sering menyebarkan tuduhan tidak benar terhadap LDII di media dan media sosial. Dalam kondisi emosi, oknum itu keluar dari masjid sambil merekam kejadian menggunakan ponsel. Rekaman yang tidak utuh itulah yang kemudian diviralkan seolah-olah terjadi pengusiran jamaah.

“Ini bukan kritik, tapi fitnah yang dipelihara dan disengaja untuk memancing konflik. Cara seperti ini sangat berbahaya dan bisa merusak kerukunan umat,” ujar KH Mustaghfirin, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Sumber Barokah Karawang.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh potongan video provokatif yang kehilangan konteks. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi tempat ibadah yang menyejukkan, bukan dijadikan alat untuk menyebar kebencian.

DPD LDII Karawang pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan, memperkuat persaudaraan, dan menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah umat Islam.


Tcm Ridho/Tcm Bintang