Ticker

6/recent/ticker-posts

Dari Panggung Musik ke Bukti Janji Politik, Bupati Gowa Hantam Kepunahan Budaya Lokal dan Jalan Dibuka serta Seniman Diangkat!





TCM GOWA., - Saat banyak daerah membiarkan budaya lokal tergerus zaman, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang justru tampil melawan arus. Di tengah launching single “Teai Jodota” karya Daeng Talli dan “Tepo’ Jarung” karya Wahyu Jangji, Sabtu (3/1/26) malam, pesan keras dilontarkan agar seni lokal tidak boleh mati, dan janji politik tidak boleh berhenti di panggung kampanye saja.


Acara yang digelar di Perumahan Gowa Lestari itu berubah menjadi panggung perlawanan budaya. Musik berbahasa Makassar tak lagi sekadar hiburan, melainkan senjata mempertahankan identitas daerah di tengah gempuran budaya instan dan komersialisasi seni.
“Seni bukan sekadar hiburan. Di dalamnya ada pesan moral, doa, cinta, dan refleksi kehidupan sosial serta keagamaan,” tegas Bupati Talenrang, menohok keras mentalitas instan yang mengabaikan nilai budaya.


Launching dua single ini dinilai sebagai tamparan bagi anggapan bahwa seni daerah tak laku di era digital. Justru sebaliknya, karya lokal disebutnya sebagai fondasi karakter generasi muda yang mulai kehilangan akar.
“Ini bukan sekadar perayaan musik, ini gerakan kebudayaan. Nilai kearifan lokal harus hidup dan diwariskan,” ujarnya.



Infrastruktur Tak Lagi Wacana, Jalan Resmi Dibuka
Tak berhenti pada narasi budaya, Bupati Talenrang langsung membuktikan konsistensi kepemimpinannya. Ia mengumumkan bahwa akses jalan di kawasan Gowa Lestari kini resmi diserahkan kepada pemerintah daerah, membuka ruang pembangunan dan peningkatan infrastruktur secara penuh.
“Jalan ini sudah diserahkan dan bisa dikerjakan. Artinya masyarakat sekarang menikmati hasilnya,” katanya lugas.


Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa janji politik tak berhenti pada baliho, melainkan diwujudkan dalam kerja konkret yang dampaknya dirasakan langsung warga.
“Pembangunan ini bukan hanya untuk satu kawasan, tapi untuk seluruh masyarakat Gowa,” tegasnya.


Pesan Keras: Bangun Bersama, Jaga Bersama

Di tengah euforia pembangunan, Bupati Talenrang juga melontarkan pesan yang tak kalah tajam: tanpa kesadaran masyarakat, infrastruktur akan cepat rusak.
Ia menyerukan gotong royong membersihkan drainase agar air tidak menggenangi dan merusak badan jalan.
“Pemeliharaan itu tanggung jawab bersama. Kalau ingin jalan ini bertahan lama, rawat bersama,” tandasnya.



Warga Akui Perubahan Nyata
Tokoh masyarakat setempat, Ansar, menyebut peresmian jalan tersebut sebagai jawaban atas penantian panjang warga.
“Kami bersyukur. Sekarang jalan ini benar-benar bisa dinikmati. Ini bukti aspirasi warga didengar,” ucapnya.


Ia juga mengapresiasi Pemkab Gowa dan seluruh pihak yang dinilai konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga terwujud nyata, bukan sekadar janji manis.


Hadir dalam kegiatan ini Kasatpol PP Gowa Umar Madjid, Anggota DPRD Gowa Andi Lukman Naba, Camat Somba Opu, serta jajaran Kelurahan Batangkaluku, menegaskan soliditas pemerintah daerah dalam mengawal budaya dan pembangunan secara bersamaan.


Tcm Rani/Tcm Sdj