Ticker

6/recent/ticker-posts

Cahaya Malam Nuzulul Qur’an di Bantaeng, Bupati Fathul Fauzy Nurdin Serukan Kebangkitan Moral untuk Jadikan Al-Qur’an Kompas Hidup Menuju Negeri “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”




TCM BANTAENG .,— Suasana khidmat dan penuh spiritualitas menyelimuti Masjid Agung Syekh Abdul Gani, Kelurahan Pallantikang, Kabupaten Bantaeng, saat Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an 21 Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (10 Maret 2026).


Momentum sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, para kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta ratusan jamaah yang memadati masjid kebanggaan masyarakat Bantaeng tersebut.


Peringatan turunnya Al-Qur’an ini bukan sekadar seremoni religius. Lebih dari itu, menjadi panggilan moral dan spiritual bagi seluruh masyarakat Bantaeng untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan.


Dalam sambutannya yang sarat pesan keimanan dan refleksi kebangsaan, Bupati Muh. Fathul Fauzy Nurdin menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam memperkuat fondasi spiritual masyarakat.


Menurutnya, bulan suci Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an, sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, kita berharap nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam setiap sikap, langkah, dan aktivitas kita. Dengan begitu, kita dapat membangun tatanan kehidupan masyarakat Kabupaten Bantaeng yang lebih baik, tidak hanya secara material tetapi juga secara spiritual,” tegasnya.


Bupati juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak, moralitas, serta ketakwaan masyarakatnya.


Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an terus menjadi fondasi dalam membangun Kabupaten Bantaeng menuju cita-cita besar “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” — negeri yang baik, adil, makmur, sejahtera, serta berada dalam lindungan dan ampunan Allah SWT.
Sementara itu, Hikmah Nuzulul Qur’an disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah.


Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an merupakan salah satu momen paling monumental dalam sejarah Islam.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.


Lebih jauh, ia juga mengaitkan turunnya Al-Qur’an dengan malam Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan menjadi saat ditetapkannya berbagai ketentuan oleh Allah SWT bagi kehidupan manusia.
“Karena itu, Ramadhan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, memperkuat iman, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 1410 Bantaeng M. Husni Hidayat Muchlis, Wakapolres Bantaeng Andi Ikbal yang mewakili Kapolres Bantaeng, Ketua MUI Kabupaten Bantaeng KH. Hamzah Israil, para pimpinan OPD lingkup Pemkab Bantaeng, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.


Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi gambaran kuat bahwa Ramadhan di Bantaeng tidak hanya hidup dengan ibadah, tetapi juga dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan komitmen moral untuk membangun daerah yang religius, bermartabat, dan berkeadaban.


Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan bersama, malam itu menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kekuatan sebuah daerah bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada kokohnya iman, akhlak, dan nilai-nilai Ilahi yang menjadi pedoman hidup. 


Tcm Rifai/Tcm Suarni