TCM MEDAN., (20 April 2026)- Gelombang protes mengguncang kawasan pusat bisnis Kota Medan. Sejumlah massa yang tergabung dalam Masyarakat Cipta Kondisi Toleransi Tenggang Rasa Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Graha Merah Putih Medan, Senin (20/4/26).
Aksi ini menjadi bentuk tekanan keras terhadap PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) yang dinilai abai terhadap dampak keberadaan kaki menara telekomunikasi di lingkungan warga.
Koordinator aksi, Steven Hot, menegaskan bahwa infrastruktur menara tersebut telah menimbulkan kerugian nyata, baik secara fisik maupun estetika lingkungan.
“Ini bukan sekadar soal pemandangan kota. Ini menyangkut keselamatan dan kerugian warga. Bangunan rusak, nilai lingkungan turun drastis. Kami menuntut tanggung jawab penuh,” tegasnya lantang di tengah aksi.
Massa mendesak pembongkaran segera terhadap struktur kaki menara yang dinilai tidak sesuai peruntukan lahan serta berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kompensasi untuk Warga
Mitratel diminta memberikan ganti rugi atas kerusakan bangunan serta dampak penurunan nilai estetika dan kenyamanan lingkungan.
Aksi sempat memanas ketika massa melakukan blokade sebagian ruas Jalan Putri Hijau sebagai urat nadi aktivitas bisnis di Medan Barat yang mengakibatkan gangguan lalu lintas.
Tak hanya berhenti di Medan, ancaman eskalasi aksi pun digaungkan. Salah satu perwakilan massa, Daniel, menegaskan bahwa aksi akan berlanjut dengan skala lebih besar jika tidak ada respons konkret dari pihak Mitratel.
“Jika tidak ada kepastian hukum, kami akan turun selama satu bulan penuh dengan massa lebih besar. Bahkan, kami siap bergerak ke Jakarta dan menggelar aksi di Telkom Landmark Tower,” tegasnya.
Ia juga menyinggung bahwa persoalan ini dinilai bertentangan dengan arah kebijakan nasional yang diusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam kerangka Asta Cita, khususnya terkait kepastian hukum dan perlindungan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Gedung Graha Merah Putih maupun Mitratel belum memberikan keterangan resmi.
Sikap diam ini justru memicu kekecewaan publik dan berpotensi memperbesar gelombang aksi lanjutan.
Tcm Tim/Tcm Sdj