Ticker

6/recent/ticker-posts

GEGER HARI OTSUS 2025! LDII PAPUA BARAT DESAK SINERGI TOTAL, PEMERINTAH dan LEMBAGA KEAGAMAAN WAJIB BERSATU





Tcm Papua Barat.,- Papua Barat kembali bergetar dengan euforia Hari Otonomi Khusus (Otsus) yang diperingati pada 21 November 2025. Bukan sekadar seremoni, peringatan tahun ini menjadi momentum besar yang mengingatkan bahwa Otsus bukan hanya angka dalam APBD tetapi denyut perjuangan rakyat Papua untuk mendapatkan martabat dan kemajuan dalam bingkai NKRI.

Sebagaimana ditegaskan Hery Dosinaen melalui laman resmi Pemprov Papua, penetapan tanggal 21 November sebagai Hari Otsus memiliki makna historis yang kuat: Otsus bukan hadiah, tapi hasil perjuangan panjang seluruh rakyat Papua!

Di tengah suasana meriah itu, sorotan publik tertuju pada sambutan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang menegaskan tiga “pilar super penting” agar Otsus benar-benar terasa di akar rumput:

Pilar Pertama: Sinergi Besar-Besaran!
Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, lembaga adat, lembaga keagamaan, hingga elemen masyarakat harus menjadi satu kekuatan bersama—bukan berjalan sendiri-sendiri.

Pilar Kedua: Transparansi Total!
Anggaran Otsus harus jelas, bersih, dan dapat dipantau rakyat. Tidak boleh ada yang abu-abu.

Pilar Ketiga: Tata Kelola Kelas Dunia!
Setiap rupiah Otsus harus jatuh tepat sasaran terutama untuk generasi asli Papua, anak-anak masa depan Papua Barat.

Tak mau ketinggalan dalam kemeriahan Hari Otsus yang ke-26 ini, Ketua LDII Papua Barat, Suroto, ikut memberikan pernyataan yang langsung mencuri perhatian. Dengan tegas ia menyerukan agar pemerintah membuka ruang lebih luas bagi organisasi keagamaan untuk ikut membangun Papua dari sisi spiritual, sosial, dan sumber daya manusia.

“Sinergi itu harus ditingkatkan!” tegas Suroto.
Ia menekankan bahwa LDII dan organisasi keagamaan lainnya siap turun tangan, asalkan diberi ruang dan dukungan, terutama dalam pembangunan SDM keagamaan yang sangat penting bagi kemajuan Papua Barat.

Suroto juga berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Papua Barat dapat bersikap lebih bijaksana dalam mengelola program Otsus, memastikan bahwa lembaga-lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam menyukseskan transformasi Papua Barat.

Tcm Muslimin/Tcm Bintang