Ticker

6/recent/ticker-posts

Rp.924 Juta Santunan Mengalir di Tengah Duka: BPJS Ketenagakerjaan Sinjai Jadi Benteng Terakhir Keluarga Pekerja Desa




TCM SINJAI., - Di balik duka yang menyelimuti desa-desa di Kabupaten Sinjai, negara akhirnya hadir. BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sinjai sepanjang tahun 2025 telah menyalurkan santunan Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp924 juta kepada ahli waris 20 pekerja desa yang meninggal dunia saat masih aktif sebagai peserta.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Kamis (18/12/2025). Momen ini menjadi penegasan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan penopang hidup keluarga pekerja ketika musibah datang tanpa aba-aba.

Santunan tersebut diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai, Andi Irwansyahrani Yusuf, kepada para ahli waris yang kini harus melanjutkan hidup tanpa tulang punggung keluarga.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sinjai, Erna Nur Ikhsanah, mengungkapkan bahwa total klaim JKM yang telah dibayarkan sepanjang 2025 mencapai Rp924 juta, berasal dari 20 kasus kematian dalam ekosistem desa di Kabupaten Sinjai.

“Ini bukti nyata kehadiran negara. Ketika pekerja desa wafat, keluarganya tidak dibiarkan jatuh tanpa perlindungan,” tegas Erna.



Ia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memastikan setiap pekerja serta termasuk aparat dan pekerja desa yang mendapatkan perlindungan menyeluruh dari risiko sosial. Program ini bukan hanya memberi santunan, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.

Pemerintah Kabupaten Sinjai terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di tingkat desa sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja informal dan sektor rentan.

Di tengah tingginya risiko kerja dan minimnya jaring pengaman di pedesaan, santunan ini menjadi penanda penting bahwa negara tak boleh absen saat rakyatnya kehilangan segalanya.


Tcm Suaib/Tcm Sdj