Ticker

6/recent/ticker-posts

Gebrakan Besar di Konkerkab PGRI 2026, Bupati Bantaeng Tegaskan Guru Garda Utama Penguatan SDM, Pendidikan Harga Mati!



TCM BANTAENG.,- Suasana Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Bantaeng Tahun 2026 berlangsung penuh semangat dan energi besar. Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi membuka forum strategis tersebut di Lantai 2 Gedung PGRI Bantaeng, Rabu (11/2/2026), dengan penegasan kuat bahwa pendidikan adalah prioritas utama daerah yang tidak bisa ditawar.


Mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat”, Konkerkab I ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi guru sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bantaeng.


Dalam sambutannya yang tegas dan penuh penekanan, Bupati Fathul Fauzy Nurdin menyatakan komitmen total Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk terus berdiri di garda depan mendukung PGRI sebagai mitra strategis dalam memajukan dunia pendidikan.
“Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen penuh mendukung setiap program PGRI. Penguatan sumber daya manusia adalah prioritas nasional, dan itu harus dimulai dari guru sebagai fondasi utama,” tegasnya dengan nada serius.



Ia menekankan, kualitas guru adalah kunci masa depan daerah. Tanpa guru yang kuat, profesional, dan berkarakter, mustahil melahirkan generasi yang mampu bersaing di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


Bupati juga secara tajam menyoroti pentingnya peran guru dalam membina karakter generasi muda, terutama menyikapi masih terjadinya kasus tawuran pelajar yang sempat mengguncang Bantaeng hingga menyebabkan korban harus dilarikan ke rumah sakit.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk karakter. Pemerintah telah menghadirkan regulasi untuk melindungi guru dalam menjalankan tugasnya. Guru tidak perlu ragu bersikap tegas demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.


Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta Konkerkab yang melihat kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan pendidikan sebagai sektor strategis dan prioritas utama pembangunan.



Sementara itu, Sekretaris PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Abdi, memberikan apresiasi tinggi atas dukungan nyata Pemkab Bantaeng. Ia menilai Konkerkab ini sebagai forum penting untuk merumuskan arah gerak organisasi yang lebih adaptif, progresif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa kini.
“PGRI harus terus bertransformasi, memperkuat profesionalisme guru, dan menjaga soliditas organisasi. Hanya dengan itu kita bisa melahirkan pendidikan yang benar-benar berkualitas,” ungkapnya.


Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng, Drs. Samsud Samad, menegaskan bahwa Konkerkab I ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang konsolidasi besar untuk mengevaluasi langkah, memperkuat barisan, dan merancang program kerja yang nyata serta berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
“Kami ingin Konkerkab ini melahirkan program-program yang konkret, solutif, dan mampu mendorong kemajuan pendidikan di Bantaeng. Guru harus menjadi kekuatan utama dalam mencetak generasi yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng H. Misbah, perwakilan Sekretaris Umum PGRI Sulawesi Selatan Dra. Hj. St. Salmiah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng Hj. Sri Wahyuni Gani, serta para peserta Konkerkab I PGRI Kabupaten Bantaeng Tahun 2026.



Pembukaan Konkerkab I PGRI ini menjadi simbol kuat bahwa Bantaeng tengah memantapkan langkah besar: memperkuat pendidikan dari hulu, memperkokoh peran guru, dan menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama menuju daerah yang lebih maju, kuat, dan bermartabat.


Tcm Suarni/Tcm Rifai