Ticker

6/recent/ticker-posts

"Mantan Tokoh JI–JAD Medan Bersatu" Deklarasi Keras Lawan Radikalisme, Tegaskan Setia Mati Jaga NKRI




TCM MEDAN.,– Langkah mengejutkan sekaligus penuh makna datang dari para mantan tokoh Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kota Medan. Mereka kini berdiri di barisan terdepan, bersatu dalam satu suara, menegaskan komitmen kuat menjaga persatuan bangsa dan melawan keras segala bentuk radikalisme, intoleransi, serta terorisme yang mengancam keutuhan NKRI.


Tokoh eks JI Medan, Ustaz Ahmad Khumaidi, dengan tegas menyatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia adalah satu keluarga besar dalam bingkai ukhuwah wathaniyah. Menurutnya, menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian negeri bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat.
“Seluruh warga negara Indonesia adalah saudara. Kita punya tanggung jawab yang sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian, serta mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme. Insyaallah kami siap berdiri di garda depan menjaga Indonesia tetap aman dan terkendali,” tegasnya dalam Dialog Cinta Tanah Air bertema Implementasi Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan Guna Menjaga Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif, Sabtu (8/2/26), di Cafe Roemah Kayu, Jalan AH Nasution, Medan.



Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari kalangan eks JAD dan eks JI Kota Medan. Sehari sebelumnya, pada Jumat (6/2), telah digelar deklarasi bersama yang menegaskan komitmen menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persatuan masyarakat. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyaluran bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian sosial.


Ustaz Khumaidi menekankan, keamanan adalah fondasi utama kehidupan berbangsa. Tanpa rasa aman, roda kehidupan akan lumpuh dan kemakmuran hanya menjadi angan-angan.
“Bahkan Nabi Ibrahim AS dalam doanya memohon agar negerinya menjadi negeri yang aman. Ini bukti bahwa keamanan adalah modal utama menuju kemajuan. Tidak ada arti kemakmuran jika negara tidak aman,” ujarnya lantang.



Senada dengan itu, Ustaz Amri menegaskan bahwa nilai persatuan dalam Islam merupakan perintah yang jelas dan tidak bisa ditawar. Ia menyebut, kemerdekaan Indonesia adalah bukti nyata kekuatan persatuan seluruh elemen bangsa.
“Kesatuan adalah pangkal kesuksesan. Bangsa ini merdeka karena bersatu. Persatuan adalah karunia besar yang wajib kita jaga. Tanpa persatuan, bangsa akan rapuh,” katanya.


Ia juga memaparkan cara menjaga nikmat persatuan, yakni dengan saling mengenal, saling memahami, saling tolong-menolong, serta siap memikul beban sesama saudara sebangsa.
Kolaborasi mantan tokoh JI dan JAD ini menjadi pesan kuat sekaligus tamparan keras bagi pihak-pihak yang masih mencoba memecah belah bangsa. Dari masa lalu yang kelam, kini mereka bangkit dengan komitmen baru untuk berdiri tegak menjaga persatuan, merawat kedamaian, dan memastikan NKRI tetap kokoh dari ancaman radikalisme dan terorisme. 


Tcm Tim/Tcm Sdj