Ticker

6/recent/ticker-posts

FORSGI Sulsel Gebrak Pesantren Dan Deklarasi Perang Terhadap Narkoba Demi Menyelamatkan Generasi Bangsa


Tcm Makassar., (8 Februari 2026) — Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga masa depan generasi muda.


Bertempat di Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Baitul Ilmi Makassar, FORSGI Sulsel menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, sebuah langkah strategis dalam memutus mata rantai perusakan moral dan masa depan anak bangsa.


Kegiatan yang diikuti oleh 60 pelajar dan mahasiswa pesantren, serta didampingi langsung oleh Ketua Pondok Pesantren H. Sarwansa, S.E., M.M., Dg. Tayang, menjadi momentum penting penegasan sikap FORSGI Sulsel bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus dilawan secara sistematis, masif, dan berkelanjutan.


Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis narkoba, pola dan modus peredaran yang menyasar pelajar, dampak destruktif bagi kesehatan fisik dan mental, kehancuran sosial, hingga konsekuensi hukum yang mengancam masa depan generasi muda. Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif dan pembinaan karakter, menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak cukup hanya dengan larangan, tetapi harus ditopang oleh nilai moral dan spiritual yang kokoh.


Ketua FORSGI Sulawesi Selatan, H. Jubliadi Patangke, S.T., M.M., dengan tegas menyampaikan bahwa perang melawan narkoba adalah bagian dari perjuangan menyelamatkan peradaban bangsa.
“Narkoba adalah senjata pemusnah karakter generasi. Jika pelajar dan mahasiswa kehilangan nilai moral dan spiritual, maka bangsa ini kehilangan masa depannya.
Pesantren harus menjadi benteng terkuat, dan generasi mudanya harus tampil sebagai penjaga peradaban,” tegas Jubliadi.


Ia menambahkan, FORSGI Sulsel tidak hanya bergerak di bidang olahraga, tetapi juga hadir sebagai motor pembinaan karakter, moral, dan kepemimpinan generasi muda, khususnya dalam menghadapi ancaman laten narkoba yang kian menyasar pelajar dan mahasiswa.


FORSGI Sulsel juga mengajak seluruh elemen bangsa dan  lembaga pendidikan, pesantren, orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah bersama untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba melalui edukasi berkelanjutan serta keteladanan nyata.


Melalui kegiatan ini, FORSGI Sulsel berharap santri dan mahasiswa Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Baitul Ilmi Makassar tampil sebagai pelopor, agen perubahan, dan garda terdepan dalam gerakan pencegahan narkoba, sekaligus menjadi representasi generasi Indonesia yang berkarakter luhur, unggul, dan bermartabat.

Tcm Muslimin/Tcm Raja