TCM TIMIKA, PAPUA TENGAH., - Aula Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda bergemuruh oleh lantunan ayat suci. Bukan sekadar pengajian rutin, momentum Minggu (15/2/2026) ini menjadi panggung penegasan karakter.
Warga LDII Mimika menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya kata-kata, tetapi aksi nyata.
Tafsir Al-Qur’an oleh Ustaz Budiono, kupasan Al-Hadits dari Ustaz Achmadun, hingga nasihat tegas Muh Amar mengalir deras, menghujam kesadaran jamaah. Pesan yang dibawa jelas, keras, dan tanpa kompromi wajib bangun akhlak, tegakkan disiplin, hidupkan keteladanan.
Disiplin Dimulai dari Hal Kecil, Dampaknya Besar
Tak ada yang dianggap sepele. Sandal ditata rapi menghadap keluar. Barisan duduk lurus dan tertib. Waktu dijaga tanpa toleransi. Inilah simbol konkret dari 29 Karakter Luhur LDII bukan hanya slogan kosong, melainkan budaya yang dipraktikkan.
Ketua DPD LDII Mimika, La Ode Muh Norris Ashara, S.S., memberi apresiasi sekaligus penegasan: karakter luhur bukan teori di mimbar, tetapi kebiasaan harian yang terus dievaluasi. Setiap hari ada penguatan, setiap hari ada perbaikan.
Generasi Baja Akhlak, Siap Hadapi Zaman
LDII Mimika tak berhenti pada ceramah. Social experiment digelar untuk menguji kepekaan sosial generasi muda. Mereka ditempa agar cerdas, haus ilmu, tangguh secara mental, dan kokoh secara moral.
Muh Amar menutup dengan pesan tajam agar bisa teladani Rasulullah SAW, hidupkan akhlakul karimah dalam setiap gerak. Dakwah harus menyejukkan, tetapi karakter harus tegas.
Pengajian ini bukan rutinitas. Ini deklarasi. Ini komitmen. Ini gerakan.
Dari Mimika, lahir generasi berkelas agar berilmu, berakhlak, dan berani menjaga nilai di tengah derasnya arus zaman.
Tcm Muslimin/Tcm Sdj