Ticker

6/recent/ticker-posts

Terbentur Lahan 10 Hektare! Bupati Bantaeng “Desak” Dukungan Gubernur Sulsel Demi Realisasi Sekolah Rakyat Arahan Presiden Prabowo



TCM MAKASSAR.,- Komitmen besar Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi tantangan krusial. Terbentur ketersediaan lahan sesuai standar pusat, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin secara tegas meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.


Permintaan itu disampaikan langsung oleh Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin saat menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo Subianto bersama Forkopimda dan seluruh kepala daerah se-Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/2/2026).


Di forum strategis tersebut, Uji Nurdin berbicara lugas dan terbuka. Ia menegaskan bahwa komitmen membangun Sekolah Rakyat di Bantaeng bukan sekadar janji, namun terkendala persoalan mendasar: ketiadaan lahan dengan luasan 5 hingga 10 hektare sebagaimana standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Pak Gubernur, kami sangat membutuhkan dukungan Pemprov Sulsel. Aset lahan kami belum ada yang memenuhi standar. Di sisi lain, kondisi efisiensi anggaran membuat kami sulit untuk membeli lahan baru. Karena itu, kami berharap ada bantuan konkret agar pembangunan Sekolah Rakyat di Bantaeng bisa segera terwujud,” tegas Uji Nurdin.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Bantaeng serius ingin bergerak cepat menjalankan program prioritas nasional, namun dihadapkan pada realitas keterbatasan aset dan fiskal daerah.



Merespons hal itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menunjukkan sikap sigap dan komitmen kuat. Ia langsung memerintahkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemprov Sulsel untuk menelusuri potensi lahan milik provinsi di wilayah Bantaeng yang bisa dimanfaatkan.
“Kita berkomitmen Sekolah Rakyat harus hadir di seluruh daerah Sulsel. Saya minta bagian aset segera mencari lahan provinsi yang ada di Bantaeng. Semoga ada yang bisa dimanfaatkan agar pembangunannya cepat terealisasi,” tegas Andi Sudirman.


Langkah cepat tersebut memperlihatkan adanya sinergi kuat antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mendorong realisasi program pendidikan strategis yang menjadi perhatian langsung pemerintah pusat.


Dalam rapat koordinasi itu pula, Gubernur Sulsel menekankan pentingnya kesamaan langkah seluruh kepala daerah dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa program prioritas nasional tidak boleh berjalan setengah hati.


Penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga penggerak ekonomi daerah menjadi agenda besar yang harus dijalankan secara terintegrasi, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.


Momentum rapat ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik tekan konsolidasi kekuatan pemerintah daerah dalam memastikan setiap program strategis pusat benar-benar sampai ke rakyat. Dan bagi Bantaeng, perjuangan menghadirkan Sekolah Rakyat kini memasuki fase penentuan: antara keterbatasan lahan dan kuatnya tekad untuk mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih merata.


Tcm Suarni/Tcm Raja