Ticker

6/recent/ticker-posts

SEMAKIN PANAS! PNIB Tuding Abu Janda “Proxy Asing”, Serukan Penolakan Total dari Ruang Publik



Tcm Surabaya., (18 Maret 2026) - Gelombang kontroversi kembali mengguncang ruang publik nasional. Sosok penggiat media sosial, Permadi Arya, kembali menjadi sorotan usai pernyataan kontroversialnya dalam sebuah tayangan talk show yang dinilai memicu kegaduhan.


Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho, secara tegas melontarkan kritik keras. Ia menilai pernyataan Abu Janda tidak sekadar kontroversial, tetapi berpotensi menjadi alat provokasi yang membahayakan persatuan bangsa.
“Apa yang disampaikan patut diwaspadai. Ini bukan sekadar opini, tapi bisa menjadi upaya mengadu domba rakyat dengan membelokkan sejarah bangsa,” tegas Gus Wal.


Menurutnya, narasi yang disampaikan dalam acara tersebut dianggap menyentuh isu sensitif terkait hubungan historis Indonesia dengan Palestina, serta dinilai cenderung membela kepentingan Amerika dan Israel. Hal ini, kata dia, memicu kecurigaan adanya agenda asing yang disusupkan melalui figur publik.


Tak hanya itu, PNIB juga menyoroti pihak media yang memberikan panggung. Gus Wal bahkan menyeret nama Hary Tanoesoedibjo sebagai pemilik jaringan televisi yang menayangkan program tersebut.
“Media seharusnya menjadi penjaga nalar publik, bukan justru memberi ruang bagi sosok yang memicu kegaduhan tanpa nilai edukasi,” ujarnya.

Dinilai Lecehkan Etika Publik

Kontroversi semakin memanas setelah Abu Janda dalam tayangan tersebut juga melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan tamu lain. Pernyataan bernada penghinaan itu dinilai melanggar norma kesopanan, terlebih disampaikan di ruang publik saat bulan suci Ramadan.
Gus Wal menilai tindakan tersebut tidak hanya melukai individu, tetapi juga mencederai nilai-nilai budaya bangsa.
“Ini bukan lagi soal perbedaan pendapat, tapi sudah masuk ranah penghinaan dan perusakan adab publik,” katanya.

Seruan Tegas Tolak dan Proses Hukum

PNIB secara resmi menyatakan penolakan terhadap kehadiran Abu Janda di ruang publik. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan adil.
“Kalau hukum berlaku untuk semua, maka ini juga harus diproses. Jangan sampai ada kesan tebang pilih,” tegas Gus Wal.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam polemik yang dinilai hanya menguras energi dan berpotensi menjadi pengalihan isu dari persoalan bangsa yang lebih mendesak, khususnya kondisi ekonomi.


PNIB mengingatkan bahwa kegaduhan yang terus diproduksi di ruang publik dapat menjadi ancaman serius bagi persatuan nasional jika tidak disikapi dengan bijak. Masyarakat diminta tetap kritis, namun tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu berdasar.
“Persatuan bangsa lebih penting daripada sensasi sesaat,” pungkas Gus Wal.

Tcm Tim/Tcm Sdj