Ticker

6/recent/ticker-posts

Teror Air Keras Hantam Aktivis KontraS.,!! PNIB Murka: “Ini Aksi Teroris Bayaran untuk Membungkam Kritik!”




TCM JOMBANG.,- Insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indon
esia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nuroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan aksi teror yang diduga melibatkan pihak-pihak berkepentingan untuk membungkam suara kritis.


Dalam keterangannya kepada awak media di Jombang, Selasa (17/3/2026), Gus Wal menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menebar ketakutan terhadap aktivis yang berani mengkritik kebijakan yang dianggap kontroversial.
“Ini bukan kejahatan biasa. Pelakunya jelas pengecut dan kemungkinan besar hanya orang bayaran dari pihak yang memiliki agenda besar untuk membungkam aktivis kritis,” tegas Gus Wal.


Menurutnya, Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang konsisten mengkritisi berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan sipil. Keberanian itu, kata Gus Wal, justru membuat sebagian pihak merasa terganggu hingga memilih jalan kekerasan.
“Rekam jejak Andrie Yunus sebagai aktivis yang berani bersuara membuat pihak tertentu gerah. Ia telah menjadi simbol keberanian rakyat dalam mengkritisi kekuasaan, sehingga ada upaya untuk menyingkirkan simbol tersebut,” ujarnya.


Gus Wal juga menyoroti fenomena munculnya kecenderungan pendekatan kekuasaan yang dinilai semakin represif terhadap kritik sipil. Menurutnya, jika kritik yang seharusnya dijawab dengan dialog justru dibalas dengan kekerasan, maka hal itu menjadi tanda kebuntuan dalam demokrasi.
“Perlawanan sipil lahir dari kepentingan sipil yang terancam. Jika kritik dibalas dengan kekerasan, maka itu justru akan melahirkan perlawanan baru,” katanya.


Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis di negara demokrasi merupakan sinyal serius bahwa ruang dialog publik sedang terancam.
Saat ini aparat penegak hukum tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras tersebut. Publik berharap proses hukum tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mampu menelusuri aktor intelektual di balik aksi keji tersebut.


Gus Wal memastikan bahwa PNIB bersama masyarakat akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.
“Ini sudah mengarah pada aksi terorisme karena tujuannya menebar ketakutan. Terorisme, radikalisme, dan intoleransi adalah musuh bangsa yang harus dilawan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak gentar dalam menyuarakan kebenaran dan menjaga nilai-nilai demokrasi.
“Jika demi cinta tanah air dan bangsa, tidak ada yang perlu ditakutkan. Teruslah bersuara untuk kebenaran meski ancaman datang. Urusan hidup dan mati ada di tangan Allah SWT, bukan di tangan para teroris,” pungkas Gus Wal.

Tcm Tim/Tcm Sdj