TCM MAKASSAR.,- Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa perempuan bukan lagi sekadar pelengkap dalam pembangunan, melainkan aktor utama yang harus berada di garis depan pengambilan keputusan. Penegasan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Talkshow Kartini bertajuk "Makkunrai; Perempuan dan Politik" yang digelar Tribun Timur di Phinisi Point Mall, Makassar, Jumat (24/4/2026).
Dalam forum yang menghadirkan tokoh perempuan inspiratif tersebut, Husniah menekankan bahwa pemerintah wajib membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk menyuarakan gagasan, menentukan arah kebijakan, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
"Perempuan harus memimpin, bukan sekadar dilibatkan. Aspirasi mereka harus didengar, diperjuangkan, dan diwujudkan dalam kebijakan nyata," tegas Husniah.
Sebagai Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gowa, Husniah memahami bahwa keterlibatan perempuan bukan sekadar simbol representasi, melainkan kebutuhan mutlak untuk melahirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Gowa, kata dia, terus memperkuat peran perempuan melalui berbagai program konkret, mulai dari Musrenbang Perempuan, pendampingan UMKM, pelatihan kewirausahaan, hingga pemberian ruang bagi perempuan muda kreatif untuk berinovasi dan berkarya.
"Potensi perempuan sangat besar. Tugas pemerintah adalah membuka jalan, memberikan kesempatan, dan memastikan mereka tumbuh menjadi kekuatan perubahan," ujarnya.
Tak hanya itu, Husniah juga menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan program pembangunan dan mengawal isu-isu perempuan di tengah masyarakat.
"Media adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya," katanya.
Ia pun mengapresiasi Tribun Timur atas konsistensinya menghadirkan ruang dialog yang produktif bagi perempuan melalui Talkshow Makkunrai.
"Forum seperti ini harus terus hidup. Perempuan membutuhkan ruang untuk berbicara, berjejaring, dan memimpin perubahan," tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Sulawesi Selatan, Andi Nirawati, yang menegaskan bahwa perempuan harus memiliki keberanian, daya tahan, dan ketangguhan dalam menghadapi kerasnya dinamika politik.
"Jangan pernah ragu mengambil peran. Politik membutuhkan sentuhan, kecerdasan, dan keberanian perempuan," tandasnya.
Tcm Rani/Tcm Sdj