Ticker

6/recent/ticker-posts

DRAMA LAUT TANAKEKE! Kakak Beradik Tembus Final Balap Perahu, Hadiah Utama Jadi Rebutan




TCM TAKALAR, SULAWESI SELATAN,- Suasana perairan Dusun Labutalua, Desa Minasabaji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, diramaikan oleh lomba balap perahu katinting tradisional yang digelar dalam rangka syukuran sunatan, Minggu 25/10/2026.

Bukan sekadar adu kecepatan di atas air, perlombaan ini semakin menarik perhatian setelah dua peserta yang disebut sebagai kakak beradik kandung berhasil melaju ke babak final. Keduanya berhadapan untuk memperebutkan posisi juara dalam kompetisi yang menawarkan hadiah utama berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah.

ADU KECEPATAN DI PERAIRAN LABUTALUA

Berdasarkan liputan biro takalar media TCM ini, sejumlah perahu bermesin melaju kencang di perairan Labutalua. Deru mesin dan cipratan air mengiringi jalannya perlombaan, sementara warga menyaksikan jalannya kompetisi dari atas perahu.



Sejumlah perahu jolloro yang telah dimodifikasi untuk perlombaan tampak bersiap mengikuti pertandingan. Sebuah perahu berwarna kuning dengan nomor 403, yang dilengkapi perangkat pengeras suara, terlihat menjadi salah satu pusat perhatian di lokasi kegiatan.

Sebelum perlombaan dimulai, panitia melakukan pengundian nomor urut peserta. Sejumlah nama joki pun disebut dalam rekaman, di antaranya Tonaja, Maya, Dua Putra, Bunga Desa, dan Muhammad Akbar.

Pemandu acara kemudian menjelaskan aturan perlombaan. Babak semifinal dan final masing-masing dilaksanakan dalam dua putaran, dengan peserta diwajibkan melewati penanda berupa bendera merah sesuai arahan panitia.


Saat perlombaan berlangsung, para peserta beradu kecepatan mengendalikan perahu di lintasan yang telah ditentukan. Manuver perahu dan semburan air menambah ketegangan di tengah jalannya pertandingan.

PUNCAK DRAMA: KAKAK BERHADAPAN DENGAN ADIK KANDUNG

Momen paling menyita perhatian terjadi ketika dua peserta yang disebut sebagai saudara kandung berhasil mencapai babak final.

Dalam rekaman video, pemandu acara mengungkapkan bahwa keduanya merupakan kakak beradik yang akan memperebutkan posisi juara pertama dan kedua.



Fakta tersebut menambah daya tarik perlombaan. Di tengah persaingan untuk menjadi yang terbaik, dua saudara kandung harus berhadapan langsung di lintasan yang sama.

Hadiah utama berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah semakin menambah perhatian warga terhadap pertandingan tersebut.

Perlombaan itu pun bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan kisah persaingan dalam keluarga yang menarik untuk disaksikan.

TRADISI LOKAL YANG MENARIK PERHATIAN

Lomba balap perahu katinting merupakan salah satu bentuk kegiatan masyarakat pesisir yang memanfaatkan keterampilan mengendalikan perahu bermesin.



Di Labutalua, kegiatan yang digelar dalam rangka syukuran sunatan ini mempertemukan semangat kebersamaan, hiburan rakyat, dan persaingan olahraga tradisional.

Antusiasme warga yang menyaksikan dari atas perahu turut memperlihatkan kedekatan masyarakat dengan kehidupan laut.

Meski berlangsung meriah, keselamatan peserta dan penonton tetap menjadi hal penting dalam kegiatan balap perahu, terutama ketika perahu melaju dengan kecepatan tinggi dan bermanuver di perairan terbuka.

Perlombaan di Labutalua ini menjadi sorotan bukan hanya karena hadiah yang ditawarkan, tetapi juga karena kisah dua saudara kandung yang bertemu di babak penentuan.



Dari laut Tanakeke, sebuah perlombaan tradisional menghadirkan cerita tentang kecepatan, persaingan, dan persaudaraan. Ketika garis finis menjadi tujuan, dua saudara kandung pun harus membuktikan siapa yang terbaik di lintasan.

LOKASI: Dusun Labutalua, Desa Minasabaji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Tcm Rani/Tcm Raja