Ticker

6/recent/ticker-posts

Sakoda Pramuka SPN Papua Barat ikuti Gelang Ajar, Tekankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Life Skill




Tcm Manokwari, (Ahad 22-2-2026/5 Ramadan 1447 H).,- Disela-sela kesibukan menjalani ibadah dibulan suci ramadan 1447 H, Satuan Komunitas Nasional (Sakonas) Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SPN) mengadakan musyawarah yang diadakan secara hibryd yang diikuti oleh beberapa Sakoda SPN dan Sakocab SPN di seluruh Indonesia. Untuk Sakoda Jakarta dan Sakocab diwilayah Jakarta dan sekitarnya secara luring sedangkan untuk luar daerah di studio masing masing secara online.

Satuan Komunitas Daerah (Sakoda) Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SPN) Papua Barat tidak ketinggalan juga ikut berpartisipasi dengan membuka studio di Sekretariat LDII Papua Barat di Jalan Gunung Salju Fanindi  Manokwari yang diikuti kakak-kakak mabida. (22/02/2026)

Sakoda Pramuka SPN Papua Barat secara struktur berada di bawah Biro Pemuda, Kepanduan, Olahraga dan Seni Budaya (PKOSB) DPW LDII Papua Barat, yang bertujuan membentuk generasi muda melalui pola kepanduan yang menekankan disiplin, spritual, kesehatan, intelektual, sosial sekaligus gsnerasi yang tangguh dan terintegritas.

Kak Erwin Sumiroza dari Mabinas dalam pengantar pembukaan kegiatan menyebutkan bahwa kepramukaan menjadi alat untuk mencapai 7 kebisaan anak Indonesia Hebat, 11 kecakapan hidup (life skill), dengan kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi sebuah Karakter.

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dimulai dari :
1. Bangun Pagi (disiplin dan manajemen waktu)
2. Beribadah (pembentukan nilai moral dan spritual)
3. Berolahraga (kesehatan fisik dan mental)
4. Makan sehat dan bergizi (pondasi pertumbuhan optimal)
5. Gemar belajar (growth mindset dan rasa ingin tahu)
6. Bermasyarakat (kecerdasan sosial dan empati)
7. Tidur cepat (pemulihan dan keseimbangan hidup)

Lambat laun anak-anak kita secara pasti akan dihadapkan pada konsekwensi dan tanggungjawab yang semakin hari semakin besar. Dosa dan pahala juga menjadi konsekwensi sosial yang akan mereka hadapi. Banyak dari mereka tidak siap. Menjaga fasilitas pribadi di pondok seperti baju alat tulis, sepatu bola, mengatur waktu belajar ngaji dan ibadah, meminta pertolongan atau membantu kepada teman, menyelesaikan masalah urusan kehilangan barang,  kurang enak badan, gatal gatal, dan lain-lain.



Semua akan mereka hadapi. Yang memiliki bekal kecakapan dasar yang unggul dia yang bertahan, bisa selesaikan semua tugas-tugas harian akan melenggang ke jenjang berikutnya dengan lancar, namun yang tidak siap yang akan tersisih. Mereka sering sakit sakitan, merasa dirundung, insecure, stress dengan target dan rutinitas padat, senyumnya hilang bahkan diacara olahraga yang seharusnya bisa refresh.

Peran Pramuka membangun kemahiran kecakapan bertahan hidup melalui life skill yang harus dikerjakan agar case diatas bisa diantisipasi. Saat masuk kawah candradimuka, agar anak anak bisa lolos dengan baik.
  
Deki Wahyu Andalan Nasional Sakonas Pramuka SPN narasumber berikutnya menyampaikan materi tentang dari ketergantungan menuju kemandirian, generasi muda tidak cukup diberi nasehat saja akan tetapi harus diberikan latihan latihan dan kebiasaan yang baik sehingga menjadi mandiri, dapat memecahkan masalah  yang mereka hadapi.

Diakhir acara diadakan tanya jawab peserta musyawarah untuk  menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada.