TCM MANDAILING NATAL., – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum nyata bagi Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Mandailing Natal untuk membuktikan bahwa kepedulian bukan hanya retorika, melainkan aksi konkret. Organisasi ini menggelar kegiatan sosial besar dengan menyantuni 39 anak yatim serta membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan, Minggu (01/03/2026).
Kegiatan penyantunan berlangsung di Sekretariat Markas Cabang LMP Mandailing Natal, Lintas Timur, Kelurahan Pidoli Dolok, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti kegiatan tersebut saat puluhan anak yatim menerima santunan yang menjadi simbol perhatian, kasih sayang, dan tanggung jawab moral terhadap mereka yang membutuhkan.
Ketua Markas Cabang LMP Mandailing Natal, Andris Nst, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja rutin setiap Ramadhan dan menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Ia menekankan bahwa menyantuni anak yatim bukan sekadar agenda seremonial, tetapi panggilan nurani yang harus dijaga secara konsisten.
“Penyantunan anak yatim adalah kewajiban moral kita bersama. Ini bukan kegiatan sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan yang akan terus kami jalankan setiap Ramadhan,” tegasnya.
Tidak berhenti di markas, LMP Madina juga turun langsung ke titik keramaian dengan membagikan takjil kepada pengguna jalan di depan TK Bhayangkari Pasar Lama, Jalan Pasar Lama. Aksi ini menjadi pemandangan yang menyentuh sekaligus menggugah, ketika anggota organisasi berdiri di tepi jalan, menyapa masyarakat, dan menyerahkan takjil sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Langkah ini tidak hanya membantu masyarakat berbuka puasa, tetapi juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi, karena sebagian takjil yang dibagikan berasal dari produk UMKM setempat.
Andris menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan kegiatan sosial ini agar manfaatnya semakin besar dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini terus berkembang, jumlah santunan meningkat, dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan persaudaraan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa di tengah berbagai tantangan sosial, masih ada gerakan nyata yang berdiri tegak membela nilai kemanusiaan. Laskar Merah Putih Mandailing Natal menunjukkan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan, kepedulian, dan keberkahan bagi masyarakat di bulan suci Ramadhan.
Tcm Tim/Tcm Raja