Ticker

6/recent/ticker-posts

PC PMII Bantaeng Mengecam Keras Tindakan Represif Oknum Polisi terhadap Massa Aksi PKC PMII Kalimantan Timur





Tcm Bantaeng.,- Aksi demonstrasi yang digelar oleh PKC PMII Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, yang awalnya berlangsung damai, berujung ricuh setelah terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.


Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, kericuhan bermula saat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas keamanan. Situasi yang sebelumnya kondusif kemudian berubah tidak terkendali hingga menyebabkan sejumlah peserta aksi mengalami luka-luka.


Ketua PC PMII Bantaeng, Andi Erank, mengecam keras tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian dalam pengamanan aksi tersebut.
“Kami menilai tindakan kekerasan dalam pengamanan aksi tidak dapat dibenarkan. Ini merupakan bentuk kekerasan terhadap sahabat-sahabat kami hingga menyebabkan korban luka serius dan harus mendapatkan jahitan di bagian kepala,” tegasnya.


Salah satu korban dalam insiden tersebut diketahui bernama Ferdi, kader PMII Samarinda dari Komisariat UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Ferdi dilaporkan mengalami luka di bagian dahi dan harus mendapatkan 10 jahitan akibat insiden yang terjadi saat aksi berlangsung.


PC PMII Bantaeng menilai bahwa telah terjadi kelalaian dalam proses pengamanan aksi demonstrasi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap prosedur pengamanan massa serta meminta aparat yang terlibat dalam tindakan represif untuk diperiksa secara transparan dan bertanggung jawab.


Selain itu, PC PMII Bantaeng menyerukan agar aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan menghormati hak demokrasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.


Tcm Rifai/Tcm Sdj