TCM GOWA.,- Bela negara bukan sekadar slogan yang diteriakkan di atas panggung. Bela negara adalah sikap, kepedulian, kedisiplinan, dan kesediaan untuk mengambil bagian dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan itulah yang dibawa 15 personel Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan saat mengikuti Workshop Pembinaan Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerja di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna LL Center, Kabupaten Gowa, tersebut dihadiri Wakil Bupati Gowa Ir. H. Darmawangsyah Muin, S.T., M.Si. dan secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.IP., M.Han.
Bukan Sekadar Duduk di Ruang Workshop
Kehadiran 15 personel Senkom Mitra Polri Sulsel menjadi bentuk nyata keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat kesadaran bela negara.
Partisipasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kemhan RI.
Apresiasi itu menjadi energi baru bagi Senkom Sulsel. Sebab, bagi organisasi ini, bela negara tidak harus diwujudkan melalui cara-cara besar.
Menjaga persatuan, menaati hukum, peduli terhadap sesama, membantu masyarakat, menjaga keamanan lingkungan, serta membangun sinergi dengan Polri dan pemerintah juga merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa.
Di sinilah makna bela negara menemukan bentuk nyatanya.
Bukan hanya berbicara tentang Indonesia, tetapi melakukan sesuatu untuk Indonesia.
Dukungan terhadap keikutsertaan personel juga datang langsung dari jajaran Pengurus Harian Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan.
Ketua Senkom Mitra Polri Sulsel Ir. H. Sutopo, S.T. berhalangan hadir dan diwakili Sekretaris Provinsi H.M. Rusli, D.M., S.Sos., M.M.
H.M. Rusli hadir bersama Pembina Senkom Sulsel Ir. H. Usman Jarre serta jajaran Pengurus Harian Provinsi Senkom Mitra Polri Sulsel lainnya.
Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan wawasan kebangsaan dan kapasitas anggota menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi.
Senkom ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak hanya mampu menjalankan tugas sosial kemasyarakatan, tetapi juga memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
Selama mengikuti workshop, ke-15 personel Senkom Sulsel mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Mereka membawa pulang bukan sekadar materi workshop, tetapi juga pesan penting bahwa setiap warga negara memiliki ruang untuk berkontribusi bagi bangsa.
Seorang pekerja dapat membela negara melalui profesionalitasnya. Relawan dapat mengabdi melalui kepeduliannya. Masyarakat dapat menjaga negara dengan menaati hukum dan merawat persatuan.
Melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta sinergi dengan Polri dan pemerintah, Senkom berupaya mengambil bagian dalam menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.
Keikutsertaan 15 personel Senkom Sulsel dalam workshop bela negara menjadi penegasan bahwa semangat kebangsaan harus terus dirawat.
Apresiasi dari Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kemhan RI juga menjadi motivasi bagi jajaran Senkom Sulsel untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan memperkuat kontribusi di tengah masyarakat.
Karena pada akhirnya, bela negara bukan hanya tentang siapa yang berdiri di garis depan.
Bela negara adalah tentang siapa yang bersedia mengambil tanggung jawab ketika bangsa membutuhkan.
Dan dari Gowa, 15 personel Senkom Sulsel menunjukkan bahwa mereka memilih untuk hadir, belajar, bersinergi, dan mengabdi.
Bukan sekadar hadir. Mereka datang membawa semangat untuk Indonesia.
“Bela Negara adalah tanggung jawab bersama. Senkom hadir untuk mengabdi, bersinergi dan berkontribusi bagi NKRI.”
SENKOM MITRA POLRI SULAWESI SELATAN
PROFESIONAL • RESPONSIF • INOVATIF • MODERN • AKUNTABEL
Tcm Tim/Tcm Sdj