TCM MAKASSAR.,- Proses pendaftaran calon RT/RW di Kelurahan Tidung Kota Makassar yang seharusnya berlangsung jujur dan transparan berubah menjadi kacau dan penuh kejanggalan. Sejumlah calon RT/RW meluapkan kekecewaan karena nama mereka tiba-tiba tidak lolos verifikasi, padahal saat menyerahkan berkas tidak ada satu pun yang ditolak oleh panitia.
Kecurigaan warga semakin memuncak setelah muncul kabar bahwa nama-nama yang lolos justru diduga kuat merupakan orang-orang dari tim pemenangan Calon Wali Kota Makassar yang menang pada Pilkada tahun lalu.
Berkas Tidak Ditolak Saat Pendaftaran, Tapi Tiba-Tiba “Tidak Lengkap”? Warga: Ini Pembohongan!
Para calon RT/RW mengungkapkan bahwa saat penyerahan berkas, panitia pendaftaran tidak menolak, tidak mengembalikan, bahkan tidak mengoreksi satu pun dokumen menurut ibu desi yang namanya tiba-tiba hilang
“Semua berkas diterima. Tidak ada yang bilang kurang. Tapi saat pengambilan nomor urut, tiba-tiba nama kami menghilang!” keluh salah satu calon dengan nada marah.
Warga menilai tindakan panitia tidak profesional dan mencurigakan, karena kelengkapan berkas baru dipersoalkan setelah pengumuman calon lolos.
Tidak Ada Konfirmasi, Tidak Ada Pemberitahuan, Tidak Ada Keputusan Tertulis Maunya Apa Sebenarnya Ungkap Warga Lainnya
Yang membuat calon semakin geram, panitia tidak memberikan pemberitahuan, baik lisan maupun tertulis, mengenai berkas yang disebut “tidak lengkap”.
“Seharusnya kalau memang ada berkas kurang, panitia menyampaikan sejak awal. Bukan diam saja lalu mendiskualifikasi sepihak,” kata seorang calon lainnya.
Hal ini jelas melanggar prinsip dasar seleksi yang transparan. Warga menuding panitia sengaja menyembunyikan informasi untuk memuluskan agenda tertentu.
Dugaan Warga Semakin Menguat Karena Calon yang Lolos Diduga Orang-Orang Dekat Tim Pemenangan Pilkada Tahun Lalu
Informasi dari beberapa warga dan tokoh lingkungan menyebutkan bahwa calon yang dinyatakan lolos adalah orang-orang yang sebelumnya aktif sebagai tim sukses Calon Wali Kota Makassar yang menang pada pemilihan tahun lalu.
“Yang lolos semua orang-orang tim dari Calon Wali Kota yang menang itu. Yang lain digugurkan dengan alasan berkas kurang. Ini sudah bukan kesalahan teknis lagi, ini permainan politik tingkat lingkungan,” ungkap sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Jika informasi ini benar, maka patut diduga ada intervensi politik dan penyalahgunaan kekuasaan untuk menguasai struktur RT/RW demi kepentingan tertentu.
Warga Minta Investigasi: “Ini Perlu Dibongkar! Jangan Ada Monopoli Kekuasaan di Tingkat RT/RW!”
Banyak warga mengecam keras kejadian ini dan meminta secara menyeluruh untuk :
Audit ulang seluruh berkas pendaftaran
Penjelasan resmi tertulis dari panitia
Penghentian proses pemilihan sementara
Intervensi lurah/camat untuk mengawal keadilan
Aksi tegas jika terbukti ada rekayasa politik
“RT/RW itu milik masyarakat, bukan milik kelompok politik tertentu. Kalau ini dibiarkan, demokrasi lingkungan rusak total!” tegas warga
Warga menolak berkas tanpa pemberitahuan, menghapus nama tanpa alasan, dan dugaan keberpihakan politik adalah pelanggaran berat. Kami siap membela warga yang dizalimi,” tegas dari Ketua Investigasi dan Monitoring LMR-RI Komwil Sulsel Syofyan Sjamsuddin, S.H saat mengetahui adanya laporan dari masyarakat melalui telepon selulernya
Kesimpulannya diduga kuat ada aroma permainan politik dan wajib diusut Tuntas!
Pemilihan RT/RW seharusnya menjadi pesta demokrasi kecil. Namun kasus ini justru menunjukkan adanya:
1. Ketidaktransparanan
2. Dugaan intervensi politik
3. Manipulasi verifikasi
4. Penyalahgunaan kewenangan panitia
Masyarakat menunggu keberanian pihak berwenang untuk membongkar skandal ini sampai tuntas.
Tcm Rangka/Tcm Suaib