Ticker

6/recent/ticker-posts

Ramadhan Menggema di Mimika! Ustadz Achmadun Hentak Jamaah, Puasa Bukan Sekadar Lapar, Tapi Perang Melawan Diri Sendiri




TCM TIMIKA.,- Malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Miftahul Huda, Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, berubah menjadi momentum penuh getaran spiritual. Ratusan jamaah LDII memadati saf-saf salat Isya dan tarawih, Rabu (18/2/2026), sebelum akhirnya tersentak oleh tausyiah tajam yang menggugah nurani.


Ustadz Achmadun, Ketua Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPD LDII Mimika, menyampaikan pesan yang tidak biasa. Ia tidak sekadar berbicara tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang revolusi diri yang sejati.
“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Jika lisan masih melukai, hati masih iri, dan sikap masih angkuh, maka apa makna puasanya?” tegasnya lantang.


Menurutnya, Ramadan adalah medan tempur melawan hawa nafsu. Ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan puasa bukan pada panjangnya tarawih atau banyaknya hidangan berbuka, melainkan pada perubahan akhlak dan ketundukan hati.


Suasana masjid yang semula hening berubah menjadi reflektif. Jamaah tampak menyimak penuh kesungguhan, seakan disadarkan bahwa Ramadan bukan rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas yang belum tentu terulang.
“Ramadan adalah sekolah keikhlasan. Siapa yang keluar darinya tanpa perubahan, maka ia telah merugi,” ujarnya lagi, mengutip pesan Rasulullah tentang puasa yang disertai iman dan mengharap pahala.


Tausyiah malam pertama ini menjadi penanda kuat bahwa Ramadan di Mimika bukan sekadar tradisi, tetapi panggilan perubahan. Sebuah seruan agar umat tidak hanya berpuasa secara fisik, tetapi juga membersihkan lisan, sikap, dan hati.


Malam itu, Ramadan benar-benar hadir, bukan hanya di kalender, tetapi di jiwa.


Tcm Muslimin/Tcm Raja