Ticker

6/recent/ticker-posts

Pernyataan Gubernur Sulsel Soal Jalan Rusak Tuai Gelombang Kritik, Ruang Publik Bersuara Bahwa Infrastruktur Tidak Boleh Dikalahkan Oleh Ego



TCM MAKASSAR.,- Pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, terkait penanganan jalan rusak yang dikaitkan dengan aksi warga menanam pohon pisang di ruas jalan berlubang memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Ucapan tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial dan memantik perdebatan mengenai komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.(8/07/2026)


Dalam sebuah acara resmi di Kabupaten Maros, gubernur menyampaikan bahwa aksi memviralkan jalan rusak bukan menjadi dasar penentuan prioritas pembangunan. Pernyataan itu kemudian ditafsirkan beragam oleh masyarakat, terutama karena muncul di tengah keluhan warga terhadap sejumlah ruas jalan yang dinilai telah lama mengalami kerusakan.


Sejumlah kalangan menilai pemerintah daerah seharusnya menjadikan keselamatan masyarakat sebagai pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur. Jalan yang rusak bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.


Di ruang publik, kritik terus mengalir. Banyak warganet berpendapat bahwa aksi menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang merupakan bentuk protes warga agar kerusakan segera mendapat perhatian pemerintah. Mereka menilai kritik publik merupakan bagian dari mekanisme kontrol dalam sistem demokrasi dan tidak semestinya dipandang sebagai hambatan bagi pelayanan kepada masyarakat.


Pengamat kebijakan publik mengingatkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk merespons aspirasi masyarakat secara terbuka, profesional, dan proporsional. Komunikasi yang dibangun oleh pejabat publik juga dinilai harus mampu memperkuat kepercayaan masyarakat, terutama dalam isu pelayanan dasar seperti infrastruktur jalan.


Perdebatan yang berkembang menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah yang responsif terhadap kritik dan mampu menempatkan kepentingan publik di atas dinamika politik maupun persepsi pribadi. Di tengah besarnya anggaran pembangunan yang bersumber dari uang rakyat, masyarakat berharap setiap kebijakan tetap berorientasi pada keselamatan, pemerataan pembangunan, dan pelayanan publik yang berkualitas.


Hingga berita ini disusun, pernyataan tersebut masih menjadi perhatian publik dan terus memicu diskusi mengenai pentingnya kepemimpinan yang adaptif, terbuka terhadap kritik, serta konsisten mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan.


Tcm Tim/Tcm Sdj