Ticker

6/recent/ticker-posts

BURSA WAWABUP GOWA MEMANAS! RISMA KADIR NYAMPA MENGUAT, KETUA DEMOKRAT SIAP DAMPINGI DARMAWANGSYAH MUIN: "DIBERI AMANAH, SAYA SIAP!"



Tcm Gowa.,- Peta politik Kabupaten Gowa mulai bergerak. Setelah Ir. H. Darmawangsyah Muin, S.T., M.Si. resmi dilantik sebagai Bupati Gowa definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, perhatian publik kini tertuju pada satu kursi strategis yang masih kosong: Wakil Bupati Gowa.

Di tengah dinamika politik tersebut, nama Hj. Rismawati Kadir Nyampa, atau yang akrab disapa Hj. Risma Kadir Nyampa, mulai mencuat dalam perbincangan politik lokal. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gowa ini disebut-sebut sebagai salah satu figur yang masuk dalam radar kandidat pendamping Darmawangsyah Muin.

Bukan tanpa alasan namanya diperbincangkan. Risma memiliki rekam jejak politik di Sulawesi Selatan. Ia merupakan mantan Anggota DPRD Sulsel, memiliki pengalaman dalam dinamika politik daerah, dan pernah menjadi calon Wakil Bupati berpasangan dengan Darmawangsyah Muin sebelum Pilkada Gowa 2024.

Kini, ketika kursi Wakil Bupati Gowa kembali menjadi perhatian, Risma tidak menutup pintu terhadap kemungkinan tersebut.

"Ya, tentu kalau diberikan amanah harus siap," tegas Risma saat ditemui seusai pelantikan Bupati Gowa di Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Pernyataan singkat tersebut langsung menambah warna dalam dinamika bursa Wakil Bupati Gowa.

Namun, Risma menegaskan bahwa proses pengisian jabatan tersebut bukan sekadar persoalan kesiapan figur. Ada mekanisme politik dan ketentuan perundang-undangan yang harus dilalui.

Menurutnya, pengusulan calon Wakil Bupati menjadi kewenangan partai politik atau gabungan partai politik pengusung sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Prinsipnya sudah ada aturannya dalam undang-undang bahwa untuk pengusungan calon wakil itu dikembalikan ke partai pengusung," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Partai Demokrat Gowa belum melakukan pembahasan internal terkait kandidat Wakil Bupati karena masih menunggu tahapan dan mekanisme resmi.

"Untuk di Partai Demokrat sendiri, karena belum masuk mekanisme, kami belum membicarakan itu secara internal. Nanti ketika masuk dalam mekanisme, kami akan membahas secara internal dan melalui pleno di DPC," ungkapnya.

FAAM SULSEL: RISMA PUNYA REKAM JEJAK DAN PENGALAMAN POLITIK

Dinamika bursa Wakil Bupati Gowa turut mendapat perhatian dari kalangan lembaga swadaya masyarakat.

Ketua LSM FAAM Sulawesi Selatan, Rahmayadi, menyampaikan pandangannya mengenai peluang Hj. Risma Kadir Nyampa dalam bursa calon Wakil Bupati Gowa.

Menurut Rahmayadi, terdapat sejumlah aspek yang membuat nama Risma patut diperhitungkan dalam pembahasan politik mendatang.

"Figur Hj. Risma Kadir Nyampa ini sangat layak dipertimbangkan. Pertama, beliau Ketua Demokrat Gowa. Demokrat merupakan salah satu partai pengusung Darmawangsyah Muin dengan empat kursi di DPRD Gowa. Kedua, beliau perempuan, politisi berpengalaman, dan pernah satu paket dengan DM. Ini menjadi salah satu aspek yang menarik dalam dinamika koalisi," ungkap Rahmayadi.

Ia juga menyoroti komposisi partai politik yang berada dalam barisan pendukung Darmawangsyah Muin, yakni Gerindra dengan delapan kursi, PAN, Demokrat, Golkar, PDI Perjuangan, PKS, dan Perindo.

Menurutnya, komunikasi antarpihak dalam koalisi menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengisian jabatan Wakil Bupati Gowa.

GOWA BUTUH PENDAMPING BUPATI, BUKAN SEKADAR PENGISI JABATAN

Rahmayadi menilai pengisian kursi Wakil Bupati Gowa perlu menjadi perhatian bersama karena jabatan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah.

Ia berharap figur yang nantinya terpilih mampu membangun koordinasi dengan Bupati, menjaga komunikasi politik, serta ikut mengawal program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

"Gowa membutuhkan Wakil Bupati yang mampu langsung bekerja, memahami karakteristik daerah, serta bisa membangun sinergi dengan Bupati. Jangan sampai jabatan ini hanya menjadi formalitas politik. Yang dibutuhkan masyarakat adalah figur yang benar-benar mau bekerja untuk kepentingan rakyat," tegasnya.

FAAM INGATKAN: JANGAN ADA MAHAR POLITIK!

Lebih jauh, Ketua LSM FAAM Sulsel tersebut mengingatkan agar proses pengisian jabatan Wakil Bupati Gowa nantinya berjalan secara transparan, demokratis, dan sesuai ketentuan hukum.

Ia secara tegas mengingatkan agar tidak ada praktik transaksional dalam proses pemilihan.

"Jangan sampai ada jual beli jabatan Wakil Bupati. Proses ini harus mengutamakan kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat. Jangan sampai kepentingan rakyat dikalahkan oleh kepentingan kelompok atau transaksi politik," tandas Rahmayadi.

KURSI WAWABUP MENUNGGU, DINAMIKA POLITIK GOWA BERLANJUT

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana partai-partai pengusung akan membangun komunikasi dan menentukan nama-nama yang akan diusulkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Pernyataan kesiapan Hj. Risma Kadir Nyampa menjadi salah satu perkembangan menarik dalam dinamika tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang menetapkannya sebagai calon Wakil Bupati Gowa.

Satu hal yang pasti, pengisian kursi Wakil Bupati Gowa bukan hanya menyangkut konfigurasi kekuatan politik, tetapi juga menyangkut harapan masyarakat terhadap keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kini publik menunggu, siapa yang nantinya akan dipercaya mendampingi Darmawangsyah Muin memimpin Kabupaten Gowa?


Tcm Sdj/Tcm Ridho